Tarif Tol Mahal, Jalur Trans Jawa Sepi

Tarif Tol Mahal, Jalur Trans Jawa Sepi

Zaldy Ilham Masita, Ketua Asosiasi Logistik Indonesia. @iSTIMEWA


SUARANASIONAL.ID - Pengemudi truk pengangkut barang tak meminati jalan Tol Trans Jawa, justru mereka kembali melaju di Jalan Pantura. Tapi, kembalinya mereka melalu Jalan Pantura bukan tanpa alasan, mereka menilai bahwa tarif yang ditentukan untuk truk terlalu mahal.

Sebagai bukti dari peralihan kembali tersebut, kepadatan lalu lintas di Jalur Pantura terutama Pekalongan kembali naik. 

Dinas Perhubungan Kota Pekalongan mencatat adanya peningkatan arus lalu lintas yang mencapai sekitar 70%, sementara kepadatan tersebut didominasi oleh kendaraan truk, akhir Januari lalu.

Pengusaha Logistik menilai pemerintah gagal memahami persoalan dari pengalaman dalam menentukan tarif tol. Pasalnya, kini beberapa pengemudi truk mulai meninggalkan tol Trans Jawa karena tarif yang terlalu tinggi.

Menurut Ketua Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Ilham Masita menegaskan bahwa fenomena jalan tol yang sepi peminat adalah karena tingginya tarif yang diberikan, sebagaimana sudah pernah terjadi di Tol Cipali. Karenanya, ia menilai pemerintah tidak belajar dari pengalaman tersebut.

"Pemerintah tidak belajar dari kasus tol Cipali yang sudah beroperasi 3 tahun lalu tapi sepi karena biaya tolnya Rp 400 ribu untuk truk. Apalagi Tol Trans Jawa yang biaya tolnya bisa sampai lebih dari Rp 1,2 juta untuk truk," pungkas Zaldy, Minggu (03/02).

Dia menegaskan bahwa meski fasilitas yang diberikan pemerintah di Tol Trans Jawa bagus, namun tarif yang tinggi akan membuat angkutan logistik terutama truk beralih.

"Jadi walaupun fasilitas di Tol Trans Jawa bagus banget. Kalau masih mahal ya truk tidak akan lewat," tegas Zaldy.

Femonena tersebut akan membuat pembanguna tol trans Jawa akan sia-sia belaka, lantaran sepi peminat. Sementara telah triliunan rupiah yang harus dikeluarkan untuk pembangunan tersebut.

"Sangat sayang kalau tol Trans Jawa dibangun dengan biaya triliunan rupiah hanya dipakai untuk liburan lebaran dan natal saja. Sangat mubazir," kata Zaldy.

Untuk itu, Zaldy mengingatkan agar pemerintah tidak abai untuk membuat kebijakan yang mendukung usaha logistik dalam membuat jalan tol.

"Dephub (Kementerian Perhubungan) sepertinya selalu abai membangun ekosistem untuk bisa membuat jalan tol jadi opsi utama angkutan barang di Jawa. Kalau ekosistem tidak dibangun ya akan lambat perubahannya," kata Zaldy.

Zaldy juga meminta pemerintah untuk menyesuaikan tarif kendaraan logistik.

"Cara membuat tarif tol harus diubah. Kalau memang tol ditujukan untuk angkutan barang ya tarif untuk truk harus lebih murah daripada mobil pribadi," ungkap Zaldy.

Mind Game, Permainan Berbahaya KPU

SUARANASIONAL.ID - Benarkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) sedang menjalankan mind games, permainan pikiran? Mereka...

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi