Sistem Manajemen Kelangsungan Bisnis Dinilai Penting bagi Perusahaan

Sistem Manajemen Kelangsungan Bisnis Dinilai Penting bagi Perusahaan

@Ilustrasi


SUARANASIONAL.ID - IT Governance Indonesia (ITGID) menekankan pentingnya sistem manajemen kelangsungan bisnis (business continuity management system - BCMS). BCMS adalah standar sistem manajemen dengan menerapkan langkah-langkah kebijakan, identifikasi risiko, struktur organisasi, tanggung jawab, mekanisme kerja serta prosedur operasional dalam upaya pemulihan organisasi dan aktivitasnya apabila terjadi bencana atau gangguan terhadap sistem informasi pada suatu organisasi.

Direktur Proxsis Global Solusi, Andrianto Moeljono mengatakan, penjelasan di atas berhubungan dengan fenomena ketika masyarakat menggeser aktivitas-aktivitas yang awalnya dilakukan di dunia nyata, ke dunia maya, yang disebut dengan disrupsi.

"Hubungan BCMS dalam era disrupsi, organisasi harus mampu bertahan dengan memperhatikan ekspektasi pemangku kepentingan, strategi dan rencana pemulihan yang sesuai dan secara berkala menguji strategi pemulihan," kata Andrianto di Jakarta, baru-baru ini.

Andrianto mencontohkan pemadaman listrik dengan durasi yang lama disebagian Pulau Jawa. Peristiwa itu memiliki dampak yang signifikan, misalnya di sektor Industri karena listrik adalah komponen pendukung.

“Sehingga perusahaan harus mengimplementasikan BCMS agar tak menanggung insiden tersebut,” ujarnya.

Business Manager ITGID, Sonia Priyanka berpendapat BCMS adalah era yang tak bisa dihindari di zaman digital. Menurutnya, ITGID terus berupaya untuk mengembangkan solusi bagi bisnis dan menjadi wadah sharing knowledge bagi para profesional  khususnya dalam bidang IT dan teknologi. 

"Kita bantu perusahaan untuk mempersiapkan SDM yang aware dan tanggap bencana melalui pelatihan dan simulasi dan melakukan asesmen bagi organisasi untuk meninjau kebutuhan dan kesiapan organisasi itu sendiri dalam menghadapi berbagai ancaman bisnis," terangnya.

ISO 22301 merupakan standar internasional yang didalamnya menetapkan prosedur untuk merencanakan, menetapkan, menerapkan, mengoperasikan, memantau, mereview, mempertahankan dan terus meningkatkan sistem manajemen yang terdokumentasi untuk mempersiapkan, menanggapi dan memulihkan organisasi dari kejadian yang mengganggu ketika gangguan itu terjadi. 

“Persyaratan yang  ditentukan dalam ISO 22301 generik dan dimaksudkan untuk dapat diterapkan pada semua organisasi, terlepas dari jenis, ukuran dan sifat organisasi. Tingkat penerapan persyaratan ini tergantung pada lingkungan operasi organisasi dan kompleksitasnya,” imbuh Sonia.

Komponen utama dari BCM adalah kebijakannya. Maksudnya adalah orang dengan penetapan tanggung jawab dengan proses manajemen yang berkaitan dengan kebijakan, perencanaan, penerapan dan pengoperasian,penilaian kinerja, peninjauan manajemen, dan perbaikan.

“Perlu dokumentasi yang menyediakan bukti yang dapat diaudit serta semua proses manajemen kelangsungan bisnis berjalan secara relevan dengan organisasi perusahaan,” pungkasnya. *

Siasat Meruntuhkan KPK

SUARANASIONAL.ID-Komisi Pemberantasan Korupsi merupakan lembaga progresif dalam bidang hukum pasca-reformasi. Di...

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi