Pakar:Model Pengelolaan Keuangan Indonesia Perlu Contohi Thailand

Pakar:Model Pengelolaan Keuangan Indonesia Perlu Contohi Thailand

Asst. Prof. Dr. Vissanu Zumitzavan dan Dr. Narong Kiettikunwong, diapit oleh Muhammad Kamil,S.IP.,MA dalam International Guest Lecture di Prodi IP UMM pada Rabu (20/03/2019).Photo:Iradat


SUARANASIONAL.IDThailand saat ini dinilai sebagai salah satu negara di Asia Tenggara yang maju dalam sektor manajemen fiskal berbasis teknologi. Negara ini dinilai para pakar patut dijadikan contoh oleh pemerintah Indonesia untuk bagaimana memajukan sistem digitalisasi fiskal.

Di acara International Guest Lecture dengan tema “Effective Fiscal Managemen and Quality Improvement Planning” yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Pemerintahan UMM di Kampus UMM pada Rabu (20/03/2019), Ketua Prodi IP UMM Muhammad Kamil menuturkan penting untuk melihat komparasi pengelolaan fiskal antara Indonesia dan Thailand.

“Model pengelolaan keuangan pemerintah pusat dan daerah di Indonesia perlu mencontoh Thailand dimana cukup sukses dalam mengintegrasikan teknologi informasi dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas keuangan pemerintahan,” ujar Kamil ketika membuka acara.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kerjasama program study exchange antara Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UMM Malang dengan kampus asal negeri gajah putih tersebut. Kerjasma yang telah berlangsung selama satu tahun selain melakukan pertukaran pelajar,guest lecture dan saat ini sedang penjajakan joint riset.

Vissanu Zumitzavan, Asisten Profesor dari College of Local Adiminstration (COLA), Khon Kaen University, Thailand, menjelaskan  mengenai persoalan penataan fiska menjadi fokus utama dibanyak negara termasuk Thailand.

Dalam pengelolaanya, ujar Vissanu, maka sistem manajemen fiskal harus mampu beradaptasi dengan tuntutan zaman, dalam hal ini intenet. Harus ada digitalisasi fiskal yang dalam paradigma pemerintahan Thailand menjadi sebuah kebutuhan.

“Di Thailand sendiri beberapa kebijakan sosial telah berbasis elektornik. Salah satunya ialah e-Payment system dimana dalam satu kartu kependudukan bisa berguna sebagai kartu akses fasilitas publik dan pembayaran elektronik dalam kehidupan sehari-hari,” tukasnya di depan 300-an Mahasiswa IP UMM.

‘’Digitalisasi fiskal adalah contoh dari strategi pemerintah dalam memangkas biaya pengeluaran negara yang berdampak pada keberhasilan management fiskal di negara Thailand. Karena selain memangkas biaya pengeluaran, negara Thailand juga berhasil mengikuti perkembangan zaman yang semua serba digital. Selain itu, pemerintah negara Thailand berhasil mengurangi penggunaan kertas yang berdampak pada kesehatan lingkungan,’’ imbuhnya.

Penjelasan serupa disampaikan Narong Kiettikunwong, seorang Doktor dari College of Local Adiminstration (COLA), Khon Kaen University, Thailand, menyatakan bahwa idealnya manajemen fiskal harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman hari ini sehingga memudahkan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang disisi lain dapat memangkas pengeluaran negara.

Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjut Narong, setidaknya diperlukan 4 syarat penting yakni Ekonomi, Effiency, Effectiveness dan Value for money. Dalam hal pengelolaan anggaran keuangan pemerintah, dia menekankan pentingya e-Budgeting.

‘’E-Budgeting adalah strategi yang efektif karena dalam e-budgeting, prinsip transparansi sangat dijunjung tinggi. Masyarakat juga dapat mengakses langsung sehingga partisipasi dan kontrol public dapat dilakukan,’’ pungkasnya.

Lebih lanjut baik Vissanu dan Narong melihat bahwa Indonesia dapat menerapkan hal tersebut, asalkan ada kemauan politik dari pemerintah dan partisipasi publik. Khusus public sebagai user perlu terus diedukasi secara terus menerus bahwasanya teknologi menjadi basis pelayanan publik.

           

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi