Martak: Diprediksi Suara Prabowo Naik 20-30 Juta Dari Dukungan Ulama

Martak: Diprediksi Suara Prabowo Naik 20-30 Juta Dari Dukungan Ulama

@Istimewa


SUARANASIONAL.ID - Yusuf Muhammad Martak, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF),menyampaikan suara Prabowo Subianto di Pilpres mendatang akan naik signifikan sekitar 30-an juta, minggu (16/09). Menurutnya, ini dapat terwujud berlandaskan selain aksi 212, adanya Ijtima Ulama I pada bulan juli dan Ijtima Ulama II yang diselenggarakan di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018).

"Dilihat dari perolehan suara Pak Prabowo di tahun 2014 kalau tidak salah sekitar 50 jutaan. Nah itu belum ada pengkondisian, belum ada cara seperti ijtima, jadi Insya Allah dengan adanya ini maka akan menjadi lebih besar. Karena dengan aksi saja, kami suda bisa menghadirkan lima sampai tujuh juta yang hadir di Jakarta. Apalagi nanti kalau Pilpres mereka tidak harus hadir di Jakarta. Saya pikir di atas 20, 30-an juta. Insya Allah," tutur Martak.

Ia meyakini bahwa dengan ijtima ulama, itu akan menperjelas sebuah komitmen antara kelompok ulama dan Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto dan Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno, serta menegaskan gerakan kampanye pemenangan.

"Ijtima ulama ini, menurut pandangan kami, lebih aktif dan lebih jelas komitmen kita dengan calon jadi tidak hanya kami akan memberikan dukungan, kami akan deklarasi sana-sini tapi tidak ada komitmen", lanjutnya.

Apalagi dengan adanya pakta integritas, menurut pandangannya mereka akan lebih mudah mengontrol pemerintahan nantinya sesuai dengan poin-poi dari kesepakatan yang sudah ditandatangani.

"Dengan pakta integritas ini kami nanti bisa langsung mengarahkan. Misal, poin A, kenapa ini tidak dijalankan, sudah sekian bulan, sekian tahun. Nah itu bisa kami tagih," kata Ketua GNPF itu.

Dukungan secara terang-terangan yang diberikan oleh ulama kepada pasangan Prabowo-Sandiaga bukanlah sebuah masalah karena itu adalah pilihan politik, dan itu dapat mendongkrak suara.

"Insya Allah tidak ya. Karena memang setiap ada pemilihan itu, pasti ada sebagian yang memilih calon yang A, ada yang calon B. Dari tingkat ulama, dari tingkat pegawai negeri, dari tingkat orang profesi, orang-orang sipil, pasti tidak mungkin semua memberikan dukungannya kepada satu paslon. Cuma ini ada label seorang ulama, dan seorang ulama itu adalah pewaris nabi. Jadi dia selalu diharapkan dukungannya karena ulama punya pondok, punya murid, banyak masssanya," tegasnya sesuai dengan interview yang dilakukan oleh BBC News Indonesia dengannya.

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi