Kompetisi Debat Antar Mahasiswa Australia-Asia Sebagai Ajang Bergengsi

Kompetisi Debat Antar Mahasiswa Australia-Asia Sebagai Ajang Bergengsi


SUARANASIONAL.ID - Co Convener Australasian Intervasity Bali, William Ernest Silanoe berpandangan, kompetisi debat antar mahasiswa Australia-Asia (Bali Australasian Debate Championship 2019) yang digelar tiap tahun ini diselenggarakan guna membangun budaya mengemukakan pendapat dengan baik, serta sebagai ajang gathering buat mahasiswa Asia dan Australia.

"Ini adalah ajang bergengsi kompetisi debat di level international," kata William di Grand Ballroom The Ungasan Bay Convention & Hotel, Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Bali, Ahad (07/07).

William mengapresiasi perwakilan peserta dari beberapa universitas di Indonesia mampu berkompetisi dengan mengalahkan peserta universitas luar negeri.

“Mahasiswa-mahasiswa Indonesia cukup kompetitif seperti dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta bisa berkompetisi dengan peserta asing. Dan kualitasnya cukup baik kita (Indonesia) selalu masuk ke babak final,” ujar William.

Salah satu dewan juri debat, Vincentius Michael mengatakan, topik yang disampaikan dalam debat championship tingkat Asia Australia ini beragam. Mulai tema sosial, pariwisata, ekonomi, hukum, hubungan internasional pendidikan dan politik.

“Kriteria penilaian dari tema atau topik kasus yang dibawakan masing-masing tim perwakilan peserta. Seberapa persuasif kasus tersebut dan kemampuan men-deliver argumen-argumen, serta sanggahan terhadap satu sama lain,” terang dia.

Secara keseluruhan, menurut dia, peserta kualitasnya bagus. Hal ini bisa dilihat dari kualitas argumen-argumen yang dibawakan peserta.

“Materi debat yang disampaikan murni dari bahan yang sebelumnya dipersiapkan, peserta tidak diperbolehkan saat perlombaan mengakses internet mencari bahan tambahan. Kemampuan berpikir secara cepat menanggapi argumen peserta lain dilatih di sini,” katanya.

Vincent berharap dari seluruh peserta yang ikut dapat lebih kritis dalam menanggapi suatu isu atau permasalahan penting, menyampaikan pendapat dengan bahasa Inggris dengan baik.

Untuk Indonesia diwakili dari Universitas Bina Nusantara, Universitas Atmajaya dan universitas lainnya dari kota besar di Indonesia.

“Peserta dari Indonesia memiliki performa yang bagus, khususnya performa spoken languae english-nya. Dan berhasil masuk final hari ini,” tukasnya. ***

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi