Ketua DPR AS: Tidak Cukip Dimakzulkan Tapi Trump Harus Dipenjarakan

Ketua DPR AS: Tidak Cukip Dimakzulkan Tapi Trump Harus Dipenjarakan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Kiri) dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat Nancy Pelosi.@Istimewa


SUARANASIONAL.ID –Donald Trump selama menjadi presiden Amerika Serikat (AS) telah menyisahkan kontroversi yang tidak lepas dari sorotan baik dalam negeri Paman Sam maupun dunia internasional. 

Namun kali ini, presiden AS yang ke-45 ini mendapat kecaman keras dari partai Demokrat sebagai oposisi pemerintah karena terindikasi melakukan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Berdasarkan laporan yang mencuat baru-baru ini, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi dari Partai Demokrat didesak internal partainya untuk memakzulkan Presiden Donald Trump

Namun, langkah yang akan diambil politisi perempuan itu lebih tertarik untuk memenjarakan sang presiden daripada hanya sebatas meakzulkan.

Sebagaimana Politico melansir bahwa keinginan Pelosi tersebut disampaikan kepada para politisi senior Partai Demokrat, salah satunya Jerry Nadler, pada Selasa malam lalu (4/06/2019).

"Saya tidak ingin melihatnya dimakzulkan, saya ingin melihatnya di penjara," kata beberapa sumber Partai Demokrat menirukan ucapan Pelosi, yang dikutip ABC News, Jumat (6/06/2019).

Bahkan beberapa tokoh penting telah telah dilaporkan menghadiri pertemuan itu, diantaranya Ketua Intelijen DPR Adam Schiff, Ketua Pengawasan Elijah Cummings, Ketua APBN AS Richard Neal dan Ketua Urusan Luar Negeri Eliot Engel..

Disamping itu, Pelosi ingin meminta pertanggungjawaban presiden, tetapi dia berpikir Trump harus didepak dari jabatan pada tahun 2020, setelah itu sang presiden dapat menghadapi dakwaan pidana.

Nadler dan puluhan Demokrat telah mendesak Pelosi untuk mengadakan sidang pemakzulan, tetapi Ketua DPR AS tersebut percaya bahwa harus ada dukungan publik dan bipartisan untuk memulai proses tersebut.

Pelosi sebelumnya mengatakan tindakan presiden "jahat terhadap Konstitusi Amerika Serikat".

Sementara itu, Pelosi melalui seorang juru bicaranya mengatakan kepada New York Post bahwa anggota parlemen mengadakan pertemuan yang produktif tentang "state of play" terkait dengan laporan Jaksa Khusus Robert Mueller. 

Mereka sepakat untuk mempertahankan semua opsi dan terus melangkah maju dengan sidang yang agresif dan strategi legislatif, pada awal minggu depan, untuk mengatasi apa yang mereka sebut korupsi presiden dan penyalahgunaan kekuasaan yang ditemukan dalam laporan Mueller.

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi