Kelurahan Tirtajaya Deklarasikan Stop Kekerasan Pada Anak

Kelurahan Tirtajaya Deklarasikan Stop Kekerasan Pada Anak


SUARANAAIONAL.ID - Kelurahan Tirtajaya, kecamatan Sukmajaya, Kota Depok berkomitmen mendukung Kota Depok sebagai Kota Layak Anak (KLA). Sebagai wujud dukungannya, Lurah Tirtajaya, M. Imron mengajak para pemangku kepentingan untuk mendeklarasikan stop kekerasan pada anak.

Dalam sambutannya, M. Imron mengajak stakeholders di lingkungan Tirtajaya saling bersinergi untuk mewujudkan program tersebut.

“Saya mengajak stakeholders kelurahan Tirtajaya, antara lain: 10 ketua RW, pengurus posyandu, kader PKK, perwakilan kelompok kerja, perwakilan kecamatan Sukmajaya, pengurus LPM, pengurus karang taruna, dan unsur lain untuk mendukung Depok Kota Layak Anak ini,” kata M. Imron dalam sambutannya di gedung Apace, Kota Depok, Senin (09/09).

Selanjutnya, M. Imron memimpin langsung deklarasi Stop Kekerasan pada Anak. Berikut lima poin deklarasi. _Pertama_, akan mendukung program stop kekerasan pada anak sebagai bagian dari sistem perlindungan terpadu berbasis masyarakat. _Kedua_, akan mendukung pemenuhan hak anak dengan prinsip non diskriminasi, kepentingan terbaik ntuk anak, hak hidup dan berkembang, penghargaan terhadap pendapat anak dalam upaya menciptakan lingkungan ramah anak.

_Ketiga_, memfasilitasi pendidikan pola asuh anak dan ketahanan keluarga untuk para orang tua dalam rangka membentuk keluarga ramah anak. _Keempat_, akan turut serta dalam perlindungan khusus anak dan penanggulangan kasus anak melalui respon cepat.

“_Kelima_, bersama-sama mewujudkan Depok Kota Layak anak pada tahun 2021,” ucap M. Imron.

Usai deklarasi stop kekerasan pada anak, M. Imron melantik pokja RW Ramah Anak. Dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas untuk mendukung program ramah anak. Selanjutnya, M. Imron menyerahkan Surat Keputusan Pokja RW Ramah Anak.

“Dengan berbekal SK, saya berharap komitmen para pengurus pokja RW Ramah Anak untuk mendukung cita-cita Kota Depok sebagai Kota Layak Anak,” harap ia.

M. Imron mengatakan, pembentukan RW Ramah Anak sebagai salah satu bentuk pemenuhan hak anak. Menurutnya, terdapat lima indikator dalam pembentukannya. Pertama, pemenuhan hak sipil dan kebebasan. Kedua, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif. Ketiga, kesehatan dan kesejahteraan dasar. Keempat, pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya. Kelima, perlindungan khusus.

"Di setiap RW Ramah Anak, selain dilengkapi dengan berbagai fasilitas bermain anak, ada juga kegiatan-kegiatan positif bagi anak. Seperti, pemilahan sampah, belajar kelompok, dan lainnya," ujar M. Imron.

M. Imron berharap, dengan adanya pokja RW Ramah Anak itu, dapat memenuhi hak-hak dasar anak, sehingga dapat menghasilkan generasi yang tangguh dan mandiri.

"Selain itu, pokja RW Ramah Anak  juga dapat meminimalisasi berbagai kasus terhadap anak, seperti kekerasan dan eksploitasi terhadap anak," pungkasnya. ***

Siasat Meruntuhkan KPK

SUARANASIONAL.ID-Komisi Pemberantasan Korupsi merupakan lembaga progresif dalam bidang hukum pasca-reformasi. Di...

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi