Ibu Kota Baru, Jakarta Nanti Jadi Apa?

Ibu Kota Baru, Jakarta Nanti Jadi Apa?


SUARANASIONAL.ID - Tokyo, Kamis, 22/8/ Presiden jokowi sudah putuskan ibukota akan pindah ke kaltim. Diinfokan juga bhw 2023 nanti sudah akan selesai bangunan fisik atau infrastrukturnya. Diperkirakan presiden pasca jokowi sdh akan resmi mulai berkantor di ibukota baru itu.

Berita itu, kendati sbagian masih kurang yakin, dan bahkan rencana pindah saja masih banyak yg tak setuju, namun sudah jadi putusan kepala negara yg rupanya tak akan langkah mundur. Apalagi presiden secara resmi sudah minta kepada anggota parlemen melalui pidato kenegaraannya tgl 16 agustus lalu.

Jika rencana itu berjalan sesuai rencana, maka jokowi akan miliki kegacy khusus yg tak pernah dilupakan warga bangsa ini di masa datang. Akan jadi presiden kedua stlah setelah Presiden Soekarno yg lahirkan indonesia sbagai bangsa besar membingkai keragaman multi identitas dan budaya. Jokowi jg mewujudkan kehendak presiden soekarno utk pindahkan ibukota ke pulau kalimantan.

Lalu apa sih urgensinya pindah ibukota? Tentu banyak alasan dengan argumen logisnya sendiri2, termasuk di dalamnya aspek keamanan dari kerawanan gempa. Pulau kalimantan, menurut para ahli geologi, tak miliki patahan lempeng tektonik sehingga dianggap aman dari segi bencana alam atau gempa tektonik.

Tapi bagi saya, hal yg terpenting adalah dua faktor penting. Pertama, distribusi pemerataan pembangunan. Pembangunan infrastruktur fisik niscaya akan terjadi dgn sendirinya di pulau kalimantan khususnya di kaltim. Manusia pun akan menyusul mendekat di kawasan itu, sehingga di pulau jawa khususnya jabodetabek akan berkurang.

Kedua, kelancaran dalam proses2 pemberian pelayanan. Akibat kepadatan yg begitu tinggi, berusan di jkt terkadang hrs pasrah dgn time consuming. Harus pasrah dgn waktu yg terbuang dlm perjalanan. 

Faktor kedua ini sebenarnya mengambil contoh kota pemerintahan di negara2 persemakmuran spti australia, afrika selatan, india, dan malaysia. Kota pemerintahan dibuat tak menyatu dgn pusat bisnis. Dalam konteks indonesia, barangkali, jakarta hanya fokus sebagai pusat bisnis dan jasa.

Namun demikian, ada perbedaan antara ibukota pemerintahan indonesia (nanti) dengan negara2 persemakmuran itu. Di negara2 persemakmuran itu kota pemerintahan dgn kota bisnis tak terlalu jauh. Bisa dijangkau dgn cepat melalui jalur darat.

Tetapi untuk indonesia, posisi kota pemerintahan dgn jakarta yg sdh tumbuh jadi pusat bisnis dan jasa hanya bisa dijangkau dgn pesawat udara dan atau kapal laut. 

Sehingga bukan mustahil jakarta akan jadi kota yg lesuh secara ekonomi. Aplg jika nanti kantor2 perusahaan besar aksn ikut pindah utk dekat dgn pejabat pengambil kebijakan negara. Hal ini akan jadi masalah tersendiri di kelak kemudian hari.

Permasalan sekarang, adalah persiapan pindah ibukota dgn target waktu demikian singkat. Anggaran negara dlm jumlah besar akan digelontorkan untuk kejar target pembangunan infrastruktur fisik. Maka niscaya akan berdampak serius juga pada sektor2 lain yg hrsnya jadi prioritas.

*Penulis : Dr. Laode Ida, Komisioner Ombusman RI

Siasat Meruntuhkan KPK

SUARANASIONAL.ID-Komisi Pemberantasan Korupsi merupakan lembaga progresif dalam bidang hukum pasca-reformasi. Di...

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi