Di Surabaya, Bedah Buku Prabowo-Sandi di Mata Milenial Dicekal

Di Surabaya, Bedah Buku Prabowo-Sandi di Mata Milenial Dicekal

Pencekalan bedah buku "Prabowo-Sandi di Mata Milenial" di lakukan oleh Panwaslu dan Polisi Surabaya.


SUARANASIONAL.ID - Bedah buku "Prabowo-Sandi di Mata Milenial: Telaah Pemikiran dan Perjuangan Prabowo-Sandi Menuju Indonesia Adil Makmur" terpaksa dibatalkan di Kafe Joker, Surabaya, Jum'at (5/04).

Berdasarkan informasi dari Iqbal selaku ketua panitia penyelenggara, gagalnya bedah buku karena adanya pencekalan dari pihak Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) Kota Surabaya dan pihak kepolisian.

"Panwaslu dan Polisi datang kesini (tempat acara) dan melarang bedah buku, pada akhirnya peserta yang datang langsung meninggalkan ruangan," tuturnya di lokasi acara.

Ketika ditanya soal alasan pelarangan, Iqbal menyatakan bahwa Panwaslu dan Polisi meminta surat permohonan ijin. Padahal, tambah Iqbal, panitia sudah menjelaskan ke mereka bahwa forum bedah buku tersebut hanyalah forum pertukaran gagasan dan menguji isi buku, bukan melakukan kampanye.

"Ini sungguh sangat disesalkan. Kami berharap acara tersebut bisa menjadi ajang pertukaran gagasan para kaum milenial baik pendukung paslon 01 maupun 02 serta undecided voters," tegasnya.

Riyanda Barmawi, salah satu penulis buku, menyesalkan pencekalan ini karena bedah buku yang sudah dilaksanakan di Jakarta dan Malang berjalan sukses tanpa ada pemberitahuan atau permohonan surat ijin acara ke Panwaslu dan pihak aparat.

"Bedah buku yang kami lakukan di beberapa tempat tidak ada indikasi kampanye Paslon 02. Kami-pun bukan bagian dari tim pemenangan maupun kelompok relawan Prabowo-Sandi," tandasnya.

"Kami membedah buku Prabowo-Sandi murni bertujuan mendiskusikan isi buku karena pada dasarnya buku apapun itu harus diuji. Bahkan bedah buku yang kami sudah lakukan telah diikuti baik pendukung Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo dan lancar-lancar saja," imbuhnya di tempat acara.

Sementara Ramadhani Tegar P, Pengurus Beginner Enterpreuner Uni dan Pendiri Hexavara Teach yang juga sekaligus panelis bedah buku, mengatakan bahwa sebenarnya kebenaran yang sudah kita perjuangkan, memang sudah saatnya untuk semua orang tahu.

"Artinya, hal-hal yang menghalangi itu semua sudah kita layani di Indonesia. Jika teman-teman mengalami itu, saya rasa jangan berhenti untuk berjuang," ujarnya.

"Karena menperjuangkan kebenaran itu adalah sesuatu yang tidak sia-sia, Insya Allah akan memberikan manfaat bagi banyak orang, Amin," lanjutanya ketika dimintai tanggapan di Kafe Joker, Surabaya.

Buku "Prabowo-Sandi di Mata Milenial: Telaah Pemikiran dan Perjuangan Prabowo-Sandi Menuju Indonesia Adil Makmur" ditulis oleh Riyanda Barmawi, Haris Samsuddin, dan M Jusrianto.

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi