Dari Ngelapak Buku, Ruba Sabu Ingin Kembalikan Peradaban Indonesia

Dari Ngelapak Buku, Ruba Sabu Ingin Kembalikan Peradaban Indonesia


SUARANASIONAL.ID - Membaca Adalah Simbol Melawan Kebodohan. Itulah semangat komunitas Ruang Baca Sarang Buku (Ruba Sabu) yang ada di Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok.

Pengelola Ruba Sabu, Sativa Trimaraeni mengatakan,  komunitas literasi membaca ini memiliki visi mengajak orang-orang untuk mengasah pola pikir melalui buku. “Kami ingin mengembalikan peradaban bangsa Indonesia sebagaimana cita-cita para pendiri bangsa kita,” ujar Sativa di Sukmajaya, Depok, Jumat (06/09).

Keberadaan Ruba Sabu hingga sekarang ini tentunya memiliki sejarah panjang. Sebagaimana diceritakan Sativa, Ruba Sabu ini awal berdirinya bulan Februari 2018. Sebelumnya dinamakan "Saung Bambu". Mengapa?  Karena lokasi ruang baca ini di saung bambu salah satu RW di kelurahan Baktijaya.

Sativa menambahkan, kala itu hampir setiap sore kawan-kawan menggelar buku bacaan sambil berdiksusi. Pembacanya ya kebanyakan anak-anak sekitar situ aja, kadang juga ada kawan-kawan dari luar yang datang buat donasi buku.

Perjalanan komunitas itu tak selamanya mendapatkan dukungan dari warga sekitar. Saat Ruba Sabu berjalan 9 bulan, terpaksa mereka harus berhenti. Apa pasal? Menurut Sativa, karena warga sekitar ada yang tidak suka dengan kegiatan kawan-kawan.

“Ya..karena kawan-kawan ini dipandang sebagai anak tongkrongan yang gak ada manfaatnya, yang suka tawuran, miras, dll. Bahkan, papan nama Saung Bambu sampai gak tau hilang kemana. Akhirnya buku ditaruh di dalam gudang pos RW dan dibiarkan gitu aja,” ungkapnya.

Tak kehilangan akal, Sativa bersama kawan-kawan memanfaatkan Sanggar Sosial Bina Remaja (SSBR) yang berlokasi di Jl. Merdeka. Kebetulan, Sativa salah satu anggota SSBR. Ia menceritakan, sebelumnya ada perpustakaan di sanggar itu, sayangnya tidak berjalan lagi karena pengurusnya tidak ada.

“Saya pun berinisiatif untuk melanjutkan perpustakaan itu. Bersama kawan-kawan sanggar, saya membuat ruangan khusus perpustakaan, sambil menunggu perpustakaan di sanggar selesai,” ujarnya.

Nah, pada 15 Juni 2019, ia kepikiran buat ngelapak buku di lapangan. Akhirnya ia mengajak Rimba buat ambil dan data buku yang ada di pos RW juga beberapa buku yang masih layak baca yang ada di sanggar.

Ia mengungkpkan, bahwa dirinya baru kepikiran pas abis Lebaran 1 minggu, itu perdana banget ngajakin Rimba buat ngelapak di lapangan Merdeka sambil mikir nama buat ruang baca ini. Akhirnya keluarlah nama "Ruang Baca Sarang Buku". Itu Sabtu malam Minggu ngedata buku yang ada di Saung Bambu dan besoknya langsung pagi-pagi ngelapak di lapangan Merdeka depan kecamatan Sukmajaya, Depok.

“Kontak kawan-kawan buat ajak ngelapak. Alhamdulillah dapet 2 orang lagi, akhirnya berempat ngelapak pertama kalinya pada 16 Juni 2019 sampai Minggu ke-3 baru mulai keliatan peminat baca nya walaupun cuma 3/4 orang yang dateng,” ujarnya.

“Dan Alhamdulillah sekarang di sanggar ini udah jadi tempat khusus Ruang Baca Sarang Buku. Anggota Ruba Sabu (Ruang baca Sarang buku) juga udah bertambah dan pasti nya berasal dari pemuda pemudi kecamatan Sukmajaya, ada yang dari karang taruna, forum anak, anak kuliahan juga ada,” imbuh dia.

Terkait pengalaman gelar lapak buku, Sativa bilang, para pengunjung awalnya penasaran pastinya, mereka pertama kali ngeliat kita disangka jualan buku dan kalau ditawarin baca selalu ada yang tanya “bayar ngga kak?”

“Kita selalu jelasin, di sini gratis dan adik-adik bebas membaca sesuka kalian, mau mewarnai, menggambar, dibacain dongeng, diajarin PR tugas sekolahnya boleh banget. Di situlah mereka semangat mendengarnya,” katanya.

Masyarakat Indonesia secara umum malas membaca. Di lain sisi, itu tantangan Ruba Sabu saat ini. Ia mengakui, sulitnya merayu anak-anak untuk membaca buku, memfokuskan anak buat baca itu pastinya.

“Kita selalu berusaha bagaimana pun caranya buat mancing si anak ini minat pada buku bacaan, mulai dari menawarkan mereka untuk mewarnai, menggambar, baca buku cerita, kuis berhadiah,” ujarnya.

Lantas, apa harapan Ruba Sabu? Sativa pastinya ingin mencapai tujuan awal kita ya buat meningkatkan minat baca yang mulai berkurang ini.

“Semoga aja orang tua di rumah juga mengajak anak-anaknya untuk rajin baca buku dan mengurangi kebiasaan bermain gadget,” pungkasnya. ***

Siasat Meruntuhkan KPK

SUARANASIONAL.ID-Komisi Pemberantasan Korupsi merupakan lembaga progresif dalam bidang hukum pasca-reformasi. Di...

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi