Dampak Kebocoran Minyak, LEPPAMI Desak Pemprov DKI Berikan Sanksi Pada Pertamina

Dampak Kebocoran Minyak, LEPPAMI Desak Pemprov DKI Berikan Sanksi Pada Pertamina

BAKORNAS LEPPAMI PB HMI Melakukan Observasi Kondisi Bawah Laut Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (03/08).Photo: Hakim


SUARANASIONAL.ID - Pertamina kembali ulangi kasus yang sama terkait kebocoran minyak mentah di perairan laut. Sebagaimana diketahui bahwa telah terjadi tumpahan minyak mentah dari sumur YYA-1 area Pertamina Hulu Energi di Blok Offshore North West Java (ONWJ) pada jumat 12 juli 2019. Sekitar tiga minggu sudah kasus ini berjalan tetapi kinerja penanggulangan masih belum maksimal.

"Kasus ini mengingatkan kembali akan banyak kasus serupa seperti di tahun 2018 yang mana terjadi kebocoran (patahnya) pipa Pertamina dan berdampak pada kelangsungan hidup ekosistem yang ada disekitar teluk Balikpapan yang berdasar kajian kami termasuk dalam kasus 'environmental crime' mengingat cakupan areal terdampknya yang luas serta jatuhnya korban jiwa," ujar pegiat kajian lingkungan BAKORNAS LEPPAMI PB HMI Setyo Nugroho di Jakarta, Sabtu (3/08).

Penanganan paska kasus ini sampai saat ini masih sangat jauh dari kata profesional sebagaimana Standard Operational Procedure (SOP) yang ada terlebih tumpahan minyak mentah termasuk dalam kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Apalagi proses penanganan tumpahan minyak yang dilakukan secara manual dan melibatkan masyarakat awam.

“Pertamina gagal dalam hal deteksi dan mitigasi dini yang seharusnya mampu diketahui dalam waktu paling cepat 1 x 24 jam. Jika melihat lambatnya penyikapan kasus ini dan berkaca pada kasus-kasus sebelumnya, bisa dikatakan Pertamina juga lalai dalam hal edukasi pada masyarakat terdampak yang turut membersihkan pantai secara manual yang sangat mungkin jika tidak hati-hati, bisa berdampak buruk,” tambah Setyo Nugroho

Saat ini berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber khususnya dari lembaga Walhi bahwa diketahui dampak tumpahan minyak mentah PT Pertamina di perairan utara Karawang telah mencapai area wilayah Pulau Untung Jawa yang berada di Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta. Hal ini tentunya perlu menjadi perhatian serius bagi stakeholder yang ada untuk segera menangani kasus ini.

"Pemerintah DKI Jakarta beserta instansi terkait lainnya harus turun tangan secepat mungkin untuk mengusut perrmasalahan ini dan segera memberikan sanksi bagi PT. Pertamina apabila wilayah kepulauan seribu sampai masuk area terdampak", tegas Rizki Pengurus BAKORNAS LEPPAMI PB yang sedang melakukan pengamatan terumbu karang di Pulau Tidung Kepulauan Seribu, Sabtu ((3/08).

Untuk melakukan penyikapan kasus tersebut, BAKORNAS LEPPAMI PB HMI akan memasukkan agenda pembahasan khusus dalam rangkaian agenda MUNAS ke-2 LEPPAMI yang rencana dilaksanakan di bulan agustus ini di wilayah Jabodetabek. Kegiatan ini akan mengundang sekitar 100 lebih pegiat pecinta alam,pariwisata dan lingkungan yang tergabung dalam LEPPAMI (Lembaga Pecinta Alam dan Pariwisata Mahasiswa Islam.

"Isu pencemaran lingkungan khususnya polusi di area Jakarta dan tumpahnya minyak mentah di Karawang akan kami masukkan dalam sesi analisa sosial di acara MUNAS ke-2 LEPPAMI nantinya dengan mendatangkan semua utusan LEPPAMI cabang se-Nusantara", tegas riskibyang juga selaku ketua pelaksana MUNAS Ke-2 LEPPAMI.

Siasat Meruntuhkan KPK

SUARANASIONAL.ID-Komisi Pemberantasan Korupsi merupakan lembaga progresif dalam bidang hukum pasca-reformasi. Di...

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi