BPN: Pihak Kepolisian Tebang Pilih dan Memaksakan Kasus Slamet

BPN: Pihak Kepolisian Tebang Pilih dan Memaksakan Kasus Slamet

Slamet Ma'arif, Ketua Umum Persatuan Alumni (PA) 212. @iSTIMEWA


SUARANASIONAL.ID - Sriyanto Saputro, Juru Bicara Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo Subainto-Sandiaga S Uno wilayah Jawa Tengah, menegaskan bahwa penetapan status tersangka pada Ketua Umum Persatuan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif menunjukkan pihak kepolisian tebang pilih dan terlalu memaksakan kasus tersebut.

“Kadang hukum tumpul ke atas tajam ke bawah. Karena kebetulan Pak Slamet itu lebih condong ke 02 akhirnya dicari alasan. Begitu cepatnya memproses ketika pengaduan dari kubu sebelah,” tuturnya, Senin (11/02).

Menurutnya, ketika kubu Capres-Cawapres nomor urut 01 yang melakukan pengaduan sangat cepat diproses, tapi jika sebaliknya sangat lambat diproses oleh pihak kepolisian bahkan tidak ada kejelasan soal tindak lanjut, misalnya kasus Bupati Boyolali.

“Tapi kami, mana kelanjutan kasus Bupati Boyolali yang bilang ‘asu’, itu kan lebih sadis itu tapi itu pura-pura tidak tahu, pura-pura belum tahu, kemudian dibiarkan sampai sekarang,” tukasnya.

Berdasarkan pengamatan Sri yang berada di Solo ketika itu, Sri mengaku melihat bagaimana pengerahan aparat yang begitu masif menuju Solo dan menilai hal ini sebagai sebuah ketakutan.

“Waktu itu aparat dikerahkan dari seluruh sudut menuju Solo, ada apa itu kalau bukan ada ketakutan,” tandasnya.

Untu itu, Sri tidak menyangka dan kaget dengan penetapan status tersangka pada Ketum PA 212 itu. “Ya kaget, begitu mudahnya itu yah, setiap kegiatan kemudian tiba-tiba mudah jadi tersangkakan,” ujarnya.

Mantan Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Jawa Tengah ini menekankan bahwa dugaan pelanggaran yang diterima oleh Slamet oleh Panwas dan Gakkumdu terlalu dipaksakan. “Kegiatannya saja kan jelas-jelas itu semacam reuni, tidak ada kampanye di sana, tetapi kami menilai terlalu dipaksakan,” bebernya.

Karena pihak kepolisian yang tebang pilih dan terlalu memaksakan kasus Slamet, Sri mengungkapkan bahwa tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi akan ikut mengawal proses pemanggilan terhadap Slamet Maarif yang dijadwalkan pada Rabu (13/02).

Disisi lain, Sri meyakini rakyat sudah pintar saat ini terkait seperti apa pemerintahan saat ini yang sudah kelewatan batas.

“Masyarakat akan semakin melek dengan rezim ini yang sudah kebangetan. Dari kami pun akan terus pendampingan hukum dan kita buktikan di pengadilan apkah terbukti atau tidak,” pungkasnya.

Cek Fakta: Jokowi Sudah Kalah?

SUARANASIONAL.ID - Setelah sejumlah lembaga survei mengumumkan hasil quick count, publik banyak yang bertanya “Prabowo...

Demokrasi Kita Dalam Bahaya

SUARANASIONAL.ID - “Apakah Prabowo bisa menang?,” Pertanyaan itu muncul di jutaan benak publik Indonesia menggantikan...

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi