AIB-Terbuka Desak KPK Usut Tuntas Kasus Korupsi Rizal Djalil

AIB-Terbuka Desak KPK Usut Tuntas Kasus Korupsi Rizal Djalil

Demonstran tuntut Rizal Djalli mundur dari pejabat BPK RI, di Gedung BPK, Jakarta.@Istimewa


SUARANASIONAL.ID -  Muhammad Rizki, Kordinator Aliansi Indonesia Bersih Terbuka (AIB-Terbuka), mengungkap adanya perkara kasus penyalahgunaan kekuasaan yang terjadi di lingkup BPK RI yang ada hubungannya dengan Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR terkait adanya dugaan korupsi soal SPAM di Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR.

“Aliansi Indonesia Bersih terbuka (AIB-Terbuka) menduga Anggota BPK RI Rizal Djalil turut serta dalam kasus korupsi SPAM di Kementrian PUPR,” terangnya dalam press rilis yang diterima redaksi suaranasional.id, Kamis (11/07).

Rizal Djalil adalah Mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dan saat ini masih aktif duduk sebagai Anggota BPK RI, Riski menegaskan Rizal dapat di duga telah memperburuk citra BPK RI.

Sangat gamblang, menurutnya, dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Sri Hartoyo mantan direktur cipta karya kementrian PUPR menyebutkan bahwa Sri bersama dua anak buahnya pernah berkunjung ke BPK RI pada April 2017.

“Sri kemudian diajak ke ruangan Rizal Djalil disitulah Rizal Djalil menyampaikan kepada Sri agar teman nya Leo diberi pekerjaan, Leo (Leonardo Jusminarta Prasetyo) merupakan Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa Rizal Djalil sangat jelas menyalahgunakan jabatannya sebagai anggota BPK RI (abuse of power) seperti yang pernah termuat dalam laman berita Tempo yang terbit pada Tanggal 22 Juni 2019 dengan judul Dagang Audit Air Minum tertulis “menurut salah seorang penegak hukum bahwa Leo diduga menyerahkan duit sekitar 1 Milyar kepada Rizal Djalil secara cash melalui anaknya Dipo Nurhadi Ilham.

“Dalam fakta hasil analisis kami bahwa dalam kasus SPAM di Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR ini ada keterlibatan pejabat Negara dalam hal ini Rijal Djalil selaku anggota BPK RI yang patut di duga sudah melebihi kewenanganya sebagai pejabat BPK RI. Artinya Rijal Djalil sudah tidak mengindahkan lagi Pasal 17 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tersebut,” tegasnya.

Menurut ketentuan Pasal 17 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014, badan dan/atau pejabat pemerintahan dilarang menyalahgunakan wewenang, larangan itu meliputi larangan melampaui wewenang, larangan mencampuradukkan wewenang, dan/atau larangan bertindak sewenang-wenang.

Dengan demikian, lanjut Rizki, Rijal Djalil selaku pejabat pemerintah BPK RI dapat diduga dan dikategorikan telah melampaui batas wilayah berlakunya wewenang dan/atau bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kemudian Rijal Djalil selaku pejabat pemerintah BPK RI juga dapat dikategorikan telah mencampuradukkan wewenang atas tindakan yang dilakukan di luar cakupan bidang atau materi wewenang yang diberikan, dan/atau bertentangan dengan tujuan wewenang yang diberikan kepadanya,” tukasnya.

Seperti asas tidak menyalahgunakan wewenang sendiri diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan yaitu terdapat dalam Pasal 10 ayat (1) huruf e dan penjelasannya.

Asas ini mewajibkan setiap badan dan/atau pejabat pemerintahan untuk tidak menggunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadi atau kepentingan yang lain dan tidak sesuai dengan tujuan pemberian kewenangan tersebut, tidak melampaui, tidak menyalahgunakan, dan/atau tidak mencampuradukkan kewenangan.

Namun, Rizki menekankan bahwa adanya fakta persidangan dan dikaitkan dengan hasil analisis melalui kajian hukum normatif, maka AIB-Terbuka mengkritik dan menyatakan sikap, sebagai berikut:

Pertama, mendesak KPK untuk secepatnya memanggil Rijal Djalil pejabat BPK RI untuk diperiksa kembali terkait dugaan korupsi yang terjadi di Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR

Kedua, Usut tuntas dugaan korupsi SPAM di Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR dan pejabat BPK RI yang turut serta terlibat menyalahgunakan kewenangannya

Ketiga, Periksa dan adili Rijal Djalil sekarang juga.

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi