3 Alasan Fadli Zon Yakin Prabowo-Sandi Akan Menang Pilpres

3 Alasan Fadli Zon Yakin Prabowo-Sandi Akan Menang Pilpres

Fadli Zon, Wakil Ketua DPP Gerindra. @iSTIMEWA


SUARANASIONAL.ID - Wakil Ketua DPP Gerindra, Fadli Zon, tegaskan keyakinannya akan kemenangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Pilpres 2019 kali ini.

Fadli menjelaskan menjelaskan tiga indikator yang dijadikan titik tolak unggulnya Prabowo-Sandi dalam debat perdana itu.

Berikut tiga indikator yang dijelaskan oleh Fadli Zon:

1. Polling Twitter

Polling Twitter menjadi Indikator pertama yang digunakan oleh Fadli Zon dalam menentukan keunggulan Prabowo-Sandi saat debat.

Salah satu akun Twitter yang kemudian dijadikan bahan penentuan indikator tersebut yakni dari akun Twitter ILC sendiri yakni @ILCtv1. Akun Twitter tersebut memang membuat polling pasca debat digelar. Polling yang dibuat oleh @ILCtv1 tersebut dimulai dari Jumat (18/1/2019) dan berakhir pada Sabtu (19/1/2019).

"Saya kutip dari ILC sendiri, yang hasi vote nya itu 24.416 dan jawaban dari nitizen itu 89% untuk 02 dan 11% untuk 01."

"Mudah-mudahan ini bukan hoaks karena ini kan dilaksanakan oleh Twitter nya ILC langsung pada waktu itu setelah itu (Debat Pilpres),"kata Fadli.

"Jadi ada 89% untuk 02 dan ada 11% untuk 01 jauh banget ini bedanya."

"Jadi dari sisi indikator sederhana itu polling dan juga di beberapa polling-polling yang lain itu 02 itu menang Pak Prabowo-Sandi itu menang, menang telak lagi," jelas Fadli.

2. Kejelasan Narasi

Sementara untuk indikator kedua yang digunakan oleh Fadli Zon yakni pada soal kejelasan narasi dari Prabowo-Sandi.

"Kemudian indikator kedua adalah kejelasan narasi, nah narasi kemarin itu kan tentang hukum, HAM, terorisme dan korupsi jelas itu, dari situ saya kira Pak Prabowo dan Pak Sandiaga Uno menjabarkan tema-tema itu jauh lebih mendalam." Ucapnya.

"Menyinggung substansi-substansi dengan pendekatan satu premis yang menurut saya sangat jelas bahwa pendekatan mereka adalah pendekatan yang strukturalis dalam melihat persoalan-persoalan hukum, HAM, terorisme dan korupsi," terang Fadli.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga turut memberikan penjelasan dari maksud dari pendekatan strukturalis yang ia paparkan.

"Apa itu pendekatan strukturalis ya kita melihat bagaimana ini bisa terjadi, jadi melihat dari akarnya, salah satunya antara lain bagaimana kita sebagai negara yang kaya tetapi masih banyak rakyat yang miskin, remunerasi terhadap aparat penegak hukum itu relatif tidak terlalu menunjang."

"Misalnya gaji polisi, hakim, jaksa, aparat sipil negara dan sebagainya ini harus diberesin dulu, karena mereka adalah aparatur pemerintah yang menjaga, termasuk aparatatur hukum, nah ini yang harus dibereskan," papar Fadli.

Menurutnya Prabowo secara tegas akan menyelesaikan masalah-masalah tersebut dan dijelaskannya saat debat pilpres perdana.

"Dan Pak Prabowo jelas sekali menyampaikan kalau ini tidak beres ya semuanya tidak beres, dengan pengawasan, kalau semuanya masih terus melakukan tindakan seperti korupsi dan lain lain harus ada tindakan yang lebih tegas."

 3. Kekompakan

Kekompakan merupakan indikator ketiga yang disampaikan oleh Fadli Zon, yakni Prabowo dan Sandi merupakan yang paling kompak di atas mimbar debat.

"Indikator ketiga adalah masalah kekompakan, nah masalah kekompakan itu penting saya kira disitu bisa dilihat bagaimana Pak Prabowo dan Pak Sandiaga Uno itu berbagi," ucapanya

"Berbagi kesempatan, saling komplementer, ada chemistry antara keduanya yang bisa menurut saya menjadi dwitunggal, jadi cawapres itu bukan pajangan di situ ya bukan pula pelengkap penderita, dan bukan juga ban serep," jelas Fadli.

"Dan ini menurut saya jelas di situ, Pak Prabowo dan Pak Sandiaga Uno itu komplementer, satu sama lain saling menunjang, saling menjadi kekuatan."

"Dan menjadi dwitunggal, dan kelihatan rileks, saya kira itu Pak Prabowo tidak membaca teks visi-misi tidak membaca teks, tidak nyontek ya terhadap catatan, dan ketika menjawab itu lebih banyak menyentuh masalah," tutur Fadli Zon.

Hasil survei Internal

Beberapa waktu lalu, Fadli Zon juga mengatakan lembaga survei Median adalah lembaga survei yang independen.

"Dalam survei Median kan kalau enggak salah 7-9 persen (selisihnya). Saya sudah lihat hasil surveinya. Saya kira ini membuat data kami makin dekat. Ini salah satu survei yang menurut saya lebih independen karena tidak terafiliasi dengan kedua kandidat yang saya tahu," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

"Sementara survei-survei lain kan tidak jelas, tidak menyampaikan siapa yang membiayai," imbuhnya.

Fadli menjelaskan hasil terbaru survei Median tersebut telah mendekati dari hasil survei internal pasangan calon (paslon) 02 itu. Bahkan, lanjut Fadli, hasil survei internal menunjukkan selisih semakin tipis, berkisar 4 hingga 6 persen.

Untuk itu, Waketum Gerindra itu yakin di akhir bulan Januari atau awal bulan depan, elektabilitas paslon 02 akan mengungguli pesaingnya Jokowi-Maruf Amin.

"Saya kira ini merupakan satu hal yang membuat kami optimistis bahwa dalam waktu dekat, akhir bulan atau awal bulan depan sudah melampaui petahana," tutup Fadli.

Pepesan Kosong Kabinet Jokowi-Makruf

SUARANASIONAL.ID - Menyimak penjelasan Presiden Jokowi kepada para pimpinan media soal komposisi kabinet, hampir...

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi