Kawal Pemilu 2019
108 Purn TNI dan Polri: People Power, Hak dan Kedaulatan Diperkosa

108 Purn TNI dan Polri: People Power, Hak dan Kedaulatan Diperkosa

Jenderal TNI (Purn) Tyasno Sudarto, Ketua Front Kedaulatan Bangsa di Hotel Gran Mahakam, Jakarta Selatan, Senin (20/5).


SUARANASIONAL.ID - Jenderal TNI (Purn) Tyasno Sudarto, Ketua Front Kedaulatan Bangsa, menyampaikan bahwa gerakan people power (kekuatan rakyat) itu muncul karena adanya ketidakberesan atau ketidak adilan terjadi yang langsung dirasakan rakyat seperti dalam Pemilu Capres-Cawapres RI dalam Pemilu 2019 kali ini. 

“People power itu adalah kehendak rakyat itu sendiri, bukan ada yang memerintah tapi karena rakyat itu yang mengalami penderitaan dan hak-hak mereka dicurangi serta hak-hak mereka diperkosa,” tutur Sudarto saat menggelar konferensi pers di Hotel Gran Mahakam, Jakarta Selatan, Senin (20/5). 

Sebab itu, lanjut Sudarto, rakyat ingin mengembalikan hak dan kedaulatan rakyat itu sendiri. 

“Nah yang memerintah itu siapa, ya diri mereka sendiri. Makanya mereka bergerak, seperti misalnya masalah macam-macam seperti peristiwa 212 yang banyak diikuti rakyat. Karena kenapa, itu dorongan, dorongan dari dirinya, itu didorong oleh kehendak Allah,” tukasnya.

“Nah ini hak-hak sebetulnya diberikan oleh Allah pada setiap umat manusia kemudian oleh UUD diberikan kepada rakyat hak dan kedaulatan bahwa yang punya negara dan bangsa ini adalah rakyat tetapi ko’ kemudian disiksa, diperkosa dan dihilangkan hak dan kedaulatannya, kemudian ditangkapi dan sebagainya,” imbuhnya.

Sudarto melanjutkan bahwa karena itulah rakyat kemudian bergerak ingin mengembalikan hak dan kedaulatannya termasuk di tanggal 22 Mei 2019 nantinya karena mereka merasakan bahwa Pemilu kali ini diperlakukan dengan cara-cara rekayasa. 

Ketika Sudarto ditanya soal apabila tidak ada respon positif dari pihak yang rakyat ingin luruskan saat itu bapak, apakah ada gerakan terus berlanjut seperti itu?

“Menurut saya terus berlanjut karena ini adalah suatu gerakan yang bukan hanya terjadi saat pemilu sebetulnya. Tetapi ini adalah gerakan untuk mengembalikan kedaulatan rakyat,” ungkapnya. 

“Awal mulanya dimulai dari pemilu ini karena pemilu ini dilakukan tidak jujur, dilakukan tidak adil makanya rakyat itu yang sudah memilih salah satu kandidat tetapi pilihan itu dikacau balaukan. Rakyat kemudian bergerak ingin perubahan,” lanjutnya.

Sekitar 108 jenderal purnawirawan TNI dan Polri yang tergabung dalam Front Kedaulatan Bangsa akan turun ke jalan ikut Aksi 22 Mei bertepatan dengan hari pengumuman rekapitulasi Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mereka membantah pihaknya turun ke jalan karena diperintah Prabowo Subianto.

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi