Romahurmuziy: Delegasi Mempertanyakan Investasi Eropa Melemah di Indonesia

Romahurmuziy: Delegasi Mempertanyakan Investasi Eropa Melemah di Indonesia

Foto: Ketua Umum PPP Romahurmuziy bertemu dengan 21 Duta Besar negara-negara Uni Eropa. (Yulida-detikcom)

SUARANASIONAL.ID – M. Romahurmuzy, Ketua Umum DPP PPP, menyampaikan bahwa PPP dan 21 duta besar dari negara-negara Uni Eropa telah berdiskusi beberapa hal di Gedung DPP PPP di Jalan Diponegoro, Jakarta, Selasa (25/09). Ia menyatakan, bagian dari pembahasan yaitu soal investasi negara-negara eropa di Indonesia yang melemah sejak 2015.

“Para delegasi Uni Eropa mempertanyakan terkait investasi Eropa ke Indoensia sejak 2015 melemah. Mereka khawatir penggunaan isu anti-tenaga kerja asing justru semakin menjadikan disintensif pebisnis yang akan menanmkan modalnya di Indonesia,” tutur Romahurmuziy.

Terkait, isu anti tenaga kerja asing, Ketua Umum PPP itu menegaskan bahwa isu tersebut adalah isu politik. 

“Angka yang diperselisihkan hanya 78 ribu tenaga kerja asing di Indonesia, dibandingkan TKI di Taiwan mencapai 250 ribu dan di Malaysia 14 juta. Jumlahnya sangat signifikan dibandingkan penduduk mereka,” tegasnya.

Diantara 21 dubes Uni Eropa, tiga diantaranya merupakan negara yang tingkat perdagangannya paling besar dengan Indonesia, diantaranya Francis, German dan Italia.

“21 dubes Uni Eropa dari berbagai negara antara lain Francis, German, Italia. Mereka adalah tiga negara dengan jumlah tingkat perdagangan paling tinggi dengan Indonesia dan itu yang kami bicarakan,” paparnya.

Selain itu, Romy juga menyampaikan tentang delegasi Uni Eropa mempertanyakan “suistainable pal oil” karena parlemen Uni Eropa menekankan penggunaan CPO dalam kandungan bio diesel.

“Ini bukan hanya sekedar pelarangan ekspor CPO Indonesia tapi juga merupakan satu pemahaman Indonesia untuk memperbaiki penanaman sawitnya agar lebih lestari dan sesuai dengan kaidah-kaidah,” pukasnya.

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi