Resolusi Jihad Putih Bergerak Menangkan Prabowo-Sandi

Resolusi Jihad Putih Bergerak Menangkan Prabowo-Sandi

Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. @iSTIMEWA


SUARANASIONAL.ID - Triyono Hardjono, Kader Partai Gerindra, menuturkan bahwa bersatunya puluhan elemen dalam Sekber (Sekretariat Bersama) Go Input di Surabaya, Jawa Timur, sebagai bentuk ijtihad politik menyelemakan Indonesia dengan memenangkan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno.

“Ini pilihan realistis, ijtihad politik ini untuk melawan kekuatan hitam di Indonesia. Kami berkumpul, sepakat membentuk SekBer Go Input  yang inisiasi Kelompok Pengusaha Pemula BE UNO (Beginner Entrepreneur Useful National Number One). Ini ikhtiar untuk menyelamatkan Indonesia, menangkan Prabowo-Sandi,”  tuturnya sebagaimana yang dikutip redaksi suaranasional.id di media duta.co, Sabtu (05/01).

Adapun elemen-elemen yang bergabung dalam Sekber Go Input, diantaranya para aktivis pergerakan pemuda dan mahasiswa, jurnalis, alumni perguruan tinggi seperti Unair, ITS , Unesa, Brawijaya, dan Gajahmada,  aktivis remaja Masjid, pedagang pasar tradisional, Putra Putri ABRI serta para emak-emak, akhirnya menjatuhkan pilihan ke Prabowo-Sandi.

Gerakan Resolusi Jihad Putih ini, lanjut  Jojon sapaan akrab dari Triyono Hardjono, adalah mandat rakyat yang diberikan kepada pasangan Prabowo-Sandi yang akan bergerak untuk melakukan penetrasi ke desa-desa, mengabarkan sekaligus menyadarkan kepada rakyat, bahwa, negeri ini diambang kehancuran.

“Ini serius, jangan dianggap enteng. Sistem ekonomi kita sekarang sudah jungkir balik. Jangan heran kalau yang miskin semakin terinjak. Kekuasaan hanya bermanfaat kepada kelompoknya. Kita sekarang diikat keprihatinan. Ada catatan hitam di seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandasnya.

Ditanya soal ‘sukses’ pemerintah membangun infrastruktur jalan tol, Jojon justru menilai sebaliknya. Itu justru menjadi tanda bangkrutnya moralitas kita, hilangnya kesadaran akan pentingnya menyelamatkan rakyat kecil.

“Tol itu kebutuhan orang kaya, menengah ke atas. Ada yang jauh lebih penting untuk diperhatikan, adalah nasib rakyat yang kian terpinggirkan. Sekarang rakyat jadi korban, pertumbuhan ekonomi jeblok karena dibangun dengan sistem politik liberal, mengandalkan utang luar negeri. Sekarang tinggal menunggu waktu menunju kebangkrutan, maka, bangkitlah,” jelasnya.

Indonesia hari ini, lanjut Jojon, menggunakan demokrasi liberal, miskin kenegarawanan, marak komoditasi (jual beli) hukum dan kewenangan, buruk ketauladanan dan menguatnya kepemimpinan makelar. Lebih memprihatinkan lagi, kekuatan hitam ini berhasil menyeret kyai ke politik sebagai bemper kemenangan.

“Sudah begitu korupsi makin melebar. Ada gejala meluasnya fatalisme-sosial akibat frustasi melihat semua aspek kehidupan ini. Sementara pemerintah tidak bisa memberikan kepastian akan adanya perbaikan,” ujarnya.

Kondisi inilah yang menurut Jojon, menjadi sebab dirinya ikut aktif dalam Pilpres 2019. 

“Tidak ada pilihan lain, mandat rakyat ini harus diberikan kepada Prabowo-Sandi. Secara sistemik puluhan elemen masyarakat ini akan ikut berjuang demi kemenangan Prabowo-Sandi. Harapan berikutnya, Indonesia kembali ke UUD-1945 dan Pancasila benar-benar tegak menjadi dasar negara,” tambahnya.

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi