PRABOWO DAN PERJUANGAN KEMANUSIAAN

PRABOWO DAN PERJUANGAN KEMANUSIAAN

Operasi Mapenduma yang dipimpin oleh Prabowo Subianto. ©Istimewa

SUARANASIONAL.ID - Isu kemanusiaan tak terpisahkan dalam proses perjuangan Prabowo untuk menjadikan bangsa ini memiliki peradaban yang tinggi. Karirnya yang melejit di dunia militer tak terpisahkan dari kemampuannya dalam menjalan tugas kemiliteran dengan baik. Loyalitas dan integritas nasionalisme yang diembannya membawa dia dalam sejumlah perjuangan-perjuangan yang getir guna menjaga keselamatan bangsa Indoensia.

Semasa karirnya di dunia militer, tepatnya di hari senin tanggal 8 Januari dan tahun 1996, nasib malang menimpa 12 peneliti Tim Lorentz yang sedang mengumpulkan data di Mapenduma, Papua. Bermula dari sebuah laporan yang masuk ke Kodim Jayawijaya, Irian Jaya. Laporan yang dikirimkan oleh Aviation Fellowship Wamena itu berisi informasi tentang penyanderaan para peneliti Ekspedisi Lorentz '95 oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) kelompok Kelly Kwalik di Desa Mapenduma, Kecamatan Tiom, Kabupaten Jayawijaya. Laporan tersebut kemudian menjadi awal dari episode panjang 129 hari penyanderaan di tengah belantara hutan Papua. Komandan OPM Kelly Kwalik berusaha menukar 12 sandera yang ditangkapnya itu dengan kemerdekaan Papua. Tentu saja Karena melibatkan warga negara asing, peristiwa ini menjadi sorotan internasional. Dan nama Indonesia dipertaruhkan sebagai Negara dan bangsa.

Dalam situasi ini Prabowo kembali bergerak untuk menyelamatkan 12 sandera tersebut. Namun medan operasi di Papua ini sangat rumit oleh sebab rutan rimba yang menyelimutinya. Prabowo menuturkan “Kesulitan yang paling besar waktu Mapenduma adalah alam. Jadi lingkungannya sangat sulit. Hutannya sangat sulit. Pohonnya sangat tinggi. Lebat. Komunikasi tidak ada. Dan kita tidak punya peta daerah itu.” Namun semangat heroisme Prabowo dan prajuritnya tak menghalanginya untuk tetap maju dalam operasi militer ini. Karena walau bagaimana pun nyawa manusia tak bersalah merupakan Hak Asasi yang harus diperjuangkan. “Yah, TNI pada waktu itu semangatnya tinggi. Modal kita semangat. Mungkin sekarang bisa disebut nekat. Tapi juga, ada faktor X. Katakanlah faktor keberuntungan, faktor karunia Tuhan. Bahkan, waktu itu, ada perwira SAS Inggris yang menilai kita tidak mungkin berhasil. James Bond yang bisa berhasil. Mereka katakan itu” uangkapnya saat diwawancarai oleh Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa.

Prabowo membuktikan jiwa patriotismenya tersebut dengan turun lapangan langsung memimpin operasi militer membebaskan 12 sandera. Dan drama penyanderaan Tim Ekspedisi Lorentz yang berlangsung selama 4 bulan itu berakhir setelah pasukan Kopassus dan Kostrad 330 melakukan operasi khusus, dan berhasil menyelamatkan para sandera pada bulan Mei tahun 1996.

Nama seorang Prabowo tak dikenal hanya sebagai orator handal yang saat ini suaranya menggema dimana-mana, namun jejak kakinya menunjukkan langkah konkret yang pernah dijalaninya untuk mengharumkan nama baik bangsa dan Negara. Dan tak dinyana, dunia Internasional mengakui dan mengapresiasi pasukan kopassus ABRI yang telah berhasil menjalankan “mission impossible” tersebut. Karena beberapa dugaan sebelumnya akan gagalnya operasi tersebut bahkan di kalangan dunia internasional terbantahkan dengan sendirinya.

Latar historis yang cukup fenomenal tersebut membuktikan jiwa kemanusiaan Prabowo dan tentara Indonesia pada umumnya untuk setia melindungi kehormatan kemanusiaan yang merupakan amanah konstitusi. Satu penegasan bahwa Negara oleh peran ABRI di bawah komando Danjen Kopassus Brigjen TNI Prabowo Subianto hadir dalam melindungi nyawa rakyatnya yang tak bersalah. Walau secara faktual dua sandera lainnya tak berhasil diselamatkan karena telah dihabisi sebelum tentara Indonesia berhasil menemukan sandera tersebut.

Namun apa yang diperjuangkan OPM masihlah harus didekati dengan jalan negoisasi. Sehingga praktik penangkapan atau penyanderaan yang dilakukannya tak akan berhasil menemukan jalan keluar, alih-alih justru akan mendatangkan masalah yang baru.

Perjuangan dalam operasi militer di atas tak gratis, ia memakan nyawa dari pihak Tentara Indonesia sendiri. Prabowo menegaskan korban tersebut ada “Korbannya karena salah satu pesawat yang saya pimpin jatuh. Jadi kita membuktikan bahwa TNI siap berkorban untuk menegakkan kedaulatan. Kita harus menyelamatkan semua warga negara Indonesia, dan semua warga negara asing yang menjadi tamu bangsa Indonesia harus kita jamin keselamatannya.” Saat di medan perang, tekad sudah harus bulat seutuhnya untuk menghibahkan jiwa raga untuk bangsa dan Negara. Itulah prinsip moral tentara Indonesia. Karena mereka dipercaya oleh Negara untuk menjaga pertahanan dan keamanan Negara dari kelompok-kelompok bersenjata yang hendak merusak ketenangan orang banyak.

Penulis: Fikri Husein (Peneliti Nasional Institut)

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi