Politik dan Ujian Persahabatan: Potret Perjalanan Sandiaga-Thohir

Politik dan Ujian Persahabatan: Potret Perjalanan Sandiaga-Thohir


SUARANASIONAL.ID - Media akhir-akhir ini memberitakan isu terkait hubungan Erick Thohir dan Sandiaga Uno yang konon mulai berbeda saat keduanya memutuskan pilihan (politik) masing-masing. Thohir saat ini diangkat Jokowi sebagai ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf. Sementara Sandiaga memutuskan menjadi calon wakil presiden berpasangan dengan Prabowo Subianto.

Berbeda pilihan politik tak membuat kedua figur panutan generasi milenial ini menjadi retak. Seperti diketahui, kedua sosok merupakan putra terbaik bangsa yang sukses meniti karir di dunia bisnis. Dalam dunia bisnis nama Sandi tentu sudah bukan hal asing. Namanya mulai populer saat dirinya berhasil bangkit di tengah terpaan krisis moneter 1997. Bersama rekannya, Edwin Soeryadjaya, anak dari William Soeryadjaya, salah seorang mentornya di dunia bisnis, mendirikan PT Saratoga Investama Sedaya yang ternyata berjalan cukup sukses setelah ekonomi Indonesia kembali pulih.

Sebelum itu Sandi pernah mengawali karirnya di dunia usaha dengan mendirikan sebuah perusahaan bernama PT Recapital Advisors pada 1997. Perusahaan ini ia dirikan bersama rekan SMA-nya, Rosan Perkasa Roeslan. Cikal-bakal pendirian usaha tersebut bermula saat dirinya menjadi pengangguran karena perusahaan yang mempekerjakannya terpaksa harus mem-PHK para karyawannnya di bawah kondisi krisis yang berkecamuk.

Alhasil, bermodalkan pengetahuan, pengalaman, dan keberanian, Sandi mampu keluar dari tekanan ekonomi yang dahsyat kala itu. Kini perusahaan yang didirikannya itu mengalami perkembangan cukup pesat hingga dirinya masuk dalam nominasi orang terkaya urutan 122 versi majalah Asia Globe 2007. Pada 2008 ia kembali dinobatkan sebagai orang terkaya ke-63 dengan jumlah kekayaan 245 juta dollar AS. Tidak hanya itu, pada 2009 majalah Forbes memasukkan namanya dalam deretan 40 orang terkaya Indonesia. Terakhir pada Juni 2018 lalu, majalah Asia Globe kembali mengumumkan namanya masuk dalam nominasi orang terkaya di peringkat 85 dengan total kekayaan mencapai 300 juta dollar AS atau setara dengan RP. 4,4 triliun.

Berbeda halnya Sandi, nama Erick Thohir terkenal saat dirinya mengambil alih klub sepak bola ternama Italia, FC Internazionale Milano pada 2013. Dirinya kemudian menjadi perbincangan publik sebagai salah satu generasi muda terkaya asal Indonesia yang sukses dalam dunia bisnis.

Selain itu, menurut informasi dari beberapa sumber pendiri Mahaka Group ini memiliki total kekayaan sekitar 12 triliun rupiah. Ketua Indonesia Asian Ggames 2018 Organizing Committee (INASGOC) ini juga ternyata menjadi pemilik beberapa klub olahraga terkemuka lainnya seperti D.C. United dan NBA Philadelphia 76ers. Namun, sosok yang kini digadang-gadang bakal membeli saham klub Sriwijaya FC ini harus berhadapan dengan situasi pelik, sebab dirinya harus bertarung dengan sahabat lamanya di pentas politik menjelang pilpres 2019.

Keputusan Erick menjadi ketua timses Jokowi-Ma’ruf tentu melewati banyak pertimbangan. Sejumlah konsekuensi yang bakal terjadi sudah pasti ia pikirkan secara matang. Apalagi, kini dirinya mau tidak mau harus berhadapan dengan Sandiaga yang notabene merupakan kawan dekatnya selama menempuh kuliah di AS.

Sandiaga dan Erick adalah dua sosok yang memiliki ikatan persahabatan sejak sama-sama mengenyam studi di AS. Keduanya memiliki hubungan baik sejak bertemu hingga sama-sama merintis karir di dunia bisnis. Kini keduanya tampil sebagai figur terkemuka mewakili generasi milenial di Indonesia.

Perbedaan politik membuat kedua sahabat karib ini harus menerima kenyataan. Keduanya akan menunjukkan kapasitasnya sebagai wakil generasi terbaik milenial pada gelanggang politik yang kini tengah berlangsung.

Lalu, apakah hubungan baik di antara mereka akan mengalami keretakan? Terkait ini telah dijawab oleh Sandiaga dalam pernyataannya ke awak media, Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kamis (14/9/2018). “Erick Thohir sedih menjelang kubu Prabowo Subianto mengumumkan cawapres. Sandi bahkan mengklaim Erick menangis” (Detiknews.com, 14/9/2018). Ia menambahkan, “pas ketemu di Wisma Atlet ketemu, muka dia udah agak lain gitu, dia sedih gitu saya tinggalin (mengurus Asian Games). ‘Tenang Rick masih bisa berubah’. Pak Erick bilang, ‘Nggaklah, informasi gua elu’.”

Pernyataan Sandi di atas menandakan bahwa meskipun keduanya harus menghadapi kenyataan pahit, karena harus mengambil posisi diametral pada momentum politik ini, tak membuat mereka bermusuhan. Gambaran kesedihan yang terpantul dari wajah Erick saat bertemu dengan Sandi menunjukkan betapa dekatnya hubungan mereka. Terlepas dari itu semua, inilah kenyataan politik. Dalam politik, kawan bisa berubah jadi lawan, pun sebaliknya. Kalaupun di antara Erick dan Sandi harus benar-benar “perang”, itupun karena demi apa yang mereka perjuangkan dalam kepentingan politik mereka.

Saya sendiri melihat perubahan psikologis antara Sandi dan Erick usai keduanya memilih jalan politik berbeda merupakan bagian dari dialektika politik yang bakal menaikkan kualitas masing-masing. Di sinilah mereka akan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Soal siapa menang adalah hal kedua. Yang harus dilihat dari persaingan ini ialah pembelajaran menuju kedewasaan dalam berpolitik.

Pihak yang kalah harus menerima kemenangan pihak lain, begitu juga sebaliknya. Demokrasi akan menguji siapa yang lebih matang dan dewasa dalam melakoni politik. Keduanya boleh jadi sukses dalam karir bisnis, tapi di panggung politik, dinamikanya jauh lebih cair, tak pasti, dan perlu insting politik yang tangguh. Di sinilah, keduanya akan kembali diuji kapasitasnya.  

Keduanya kini sama-sama memperebutkan suara kaum milenial yang menjadi penentu kemenangan pilpres 2019. Kemenangan Jokowi-Ma’ruf kini bergantung pada seberapa hebat desain strategi kampanye yang dikomandoi Erick. Sebaliknya, Sandi akan berjuang sebisa mungkin demi memenangkan kontestasi elektoral (pilpres) 2019 mendatang.


Penulis: Haris Samsuddin (Sosiolog)

Prabowo: Saya Dituduh Tidak Beragama

SUARANASIONAL.ID – Prabowo Subianto, Calon Presiden RI Nomor Urut 02, berani dengan lantang mengungkapkan bahwa...

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi