Pemerintah Jangan Abaikan Besarnya Biaya Dialisis

Pemerintah Jangan Abaikan Besarnya Biaya Dialisis

Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), dr. Aida Lydia, PhD., Sp. PD-KGH., saat berbicara dalam seminar betajuk 'A Comprehensive View Toward ESRD Cost and Modality’ di JS Luwansa Hotel, Jakarta, Kamis (01/11). @Istimewa

SUARANASIONAL.ID - Empat tahun pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masih menyisakan banyak persoalan. Salah satunya, adalah biaya dialisis (cuci darah) yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Dua tahun terakhir (2016 dan 2017) total biaya sebesar 3,9 triliun. Saat ini, angkanya justru melonjak sejumlah 4,6 triliun. Biaya dialisis ini malah menempati posisi kedua tertinggi dari biaya penyakit yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Pasien dialisis harus menjalani prosedur ini sepanjang hidupnya, sebagai bentuk terapi pengganti ginjal yang sudah tidak dapat berfungsi secara normal.  Artinya, pemerintah beserta seluruh pemangku kepentingan tidak dapat menutup mata terhadap dampak ekonomi dan sosial dari populasi ini baik jangka pendek dan jangka panjang,” kata Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), dr. Aida Lydia, PhD., Sp. PD-KGH., saat berbicara dalam seminar betajuk 'A Comprehensive View Toward ESRD Cost and Modality’ di JS Luwansa Hotel, Jakarta, Kamis (01/11). 

Menurutnya, jika ditelaah lebih lanjut, tahun 2017 berdasarkan jumlah kunjungan 4.200.678 dan jumlah pasien dialisis berdasarkan nomor kartu kepesertaan sebanyak 73.737 pasien, ini didapatkan rata-rata kunjungan adalah 56 kali per tahun. Angka ini hanya 58% dari idealnya jumlah kunjungan 96 kali setahun (dengan asumsi 8 kali kunjungan per bulan).

Artinya, utilisasi hemodialisa masih belum optimal. Apakah faktor kepatuhan pasien, faktor pasien meninggal dunia, atau adanya hambatan akses pasien untuk mendapatkan perawatan, seperti proses rujukan berjenjang yang berbelit, atau minimnya jumlah fasilitas hemodialisis. 

“Kenyataan yang terjadi dengan tingginya defisit yang dialami oleh BPJS Kesehatan harus disoroti dan ditindaklanjuti secara serius. Biaya penyakit katastropik yang cukup tinggi, seperti contohnya dialisis tidak dapat diabaikan,” katanya. *

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi