Pembatalan Paparan Visi-Misi Paslon, Fahri: Itu Kedangkalan Nalar

Pembatalan Paparan Visi-Misi Paslon, Fahri: Itu Kedangkalan Nalar

Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI. @iSTIMEWA


SUARANASIONAL.ID – Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI, telah melancarkan kritik kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena membatalkan paparan visi dan misi langsung dari pasangan Capres-Cawapres sebelum Debat Pilpres fase pertama digelar pada 17 Januari 2019.

Menurut Fahri, keputusan KPU untuk tidak menyelenggarakan penyampaian visi-misi pasangan Paslon menandakan adanya kedangkalan nalar tentang pemahaman prinsip dan nilai demokrasi.

“Kita berangkat dari apa yang tertulis dalam #UUPemilu, UU No. 7 Tahun 2017. Tetapi ada makna filosofis lain yang dilanggar. Ada kedangkalan nalar dalam memahami makna demokrasi dan pemilu sebagai salah satu prosedurnya,” tuturnya melalui akun twitter pribadinya @Fahrihamzah, Senin (07/01).

Paling tidak, lanjut Fahri, terdapa 2 persoalan besar di sini, pertama: adanya reduksi atas keinginan rakyat untuk mengetahui arah bangsa ini ke depan. Fahri mengingatkan bahwa jangan lupa visi-misi Paslon dan Pidato-nya adalah dokumen formal pertama yang memperkenalkan kepada publik tentang arah bangsa 5 tahun.

“Sebuah bangsa besar tanpa dokumen yang dipaparkan secara terbuka oleh calon pemimpin tentang ke mana arah kita sungguh konyol. Hak rakyat untuk mengetahui kita mau kemana adalah mutlak dalam demokrasi. Ini adalah tawar menawar menjelang transaksi,” tegasnya.

Fahri menekankan bahwa seharusnya penyampaian visi-misi dan pidato Paslon harus diadakan oleh KPU. Kedua, persoalan kemampuan Paslon menyampaikan visi-misi mereka.

“Dokumen #VisiMisiCapres dan Pidatonya adalah mutlak harus ada. Dan kemampuan-nya untuk menjelaskan secara verbal kepada publik adalah awal dari persoalan kedua yaitu kapasitas. Tapi kita berhenti dulu pada dokumen sebab itu adalah rencana yg harus ada dan bisa dijelaskan,” terangnya.

Apa yang dirancang oleh @KPU_ID dengan meniadakan momen pemaparan #VisiMisiCapres, menurut Fahri, adalah penindakan suatu tahapan penting dalam pemilihan calon presiden. Kita seperti mengarah kepada penyederhanaan yg hanya disepakakti di antara mereka. Rakyat jadi tidak penting.

Sebelumnya, KPU telah membatalkan paparan visi-misi pasangan Capres-Cawapres karena terdapat perbedaan antara kedua kubu, yang mana kubu Prabowo-Sandi menginginkan agar terdapat pemaparan visi-misi sebelum Debat Pilpres digelar, sementara kubu Jokowi-Ma’ruf tidak menginginkan itu dan menawarkan tim sukses yang menyampaikannya.

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi