Pasar Jajan Tradisional Kampung Budaya Polowijen Mampu Dongkrak Ekonomi Kreatif

Pasar Jajan Tradisional Kampung Budaya Polowijen Mampu Dongkrak Ekonomi Kreatif


SUARANASIONAL.ID - Anda ingin rasakan aneka jajan tradisional dan kudapan tempoe doeloe? Anda juga ingin dihibur oleh tari-tarian Topeng Malangan, dan ragam hiburan lain? Event tersebut dan pastinya masih banyak lagi bisa Anda temukan di salah satu Kampung Tematik budaya, yakni Kampung Budaya Polowijen (KBP).

Sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Malang, KBP me-launching event bulanan, yaitu, Pasar Minggu Legi atau Pasar Jajan Tradisional pada Ahad (06/01).

Sebelum acara dimulai, para tamu dan wisatawan mendapat suguhan khas KBP, yaitu tari Topeng Malangan. Tari Topeng Ragil Kuning menjadi pembuka penyambutan, dilanjutkan dengan tari Topeng Putri Jawi. Di sela-sela sambutan, diselingi dengan menari bersama, para tamu diajak untuk menari tari Topeng Grebeg Jowo.

Anggota DPRD Kota Malang Edi Wijanarko yang didaulat meresmikan Pasar Minggu Legi ditandai dengan memukul kendang jimbe berharap event Pasar Jajan Tradisional ini bisa digelar seminggu sekali.

“Kegiatan seperti ini jangan diadakan sebulan sekali, tapi setiap minggu agar menjadikan perekonomian masyarakat meningkat," harapnya.

Sementara, inspirator Glintung Go Green Bambang Irianto menceritakan pengalamannya bagaimana membangun Kampung Glintung hingga mendunia.

“Kita tidak akan berhasil kalau hanya mengandalkan kerja sendiri, jadi harus bersinergi dengan berbagai elemen," tegasnya.

Penggagas KBP Ki Demang menegaskan ada 2 poin utama dalam pengembangan KBP, yaitu KBP sebagai destinasi wisata budaya dan mengembangkan ekonomi kreatif.

"Keberhasilan pak Bambang Irianto dalam menjadikan kampung Glintung menjadi Glintung Go Green ini menjadi salah satu motivasi untuk mengembangkan KBP," ujarnya.

Wakil Ketua KBP M. Cikam mengatakan, kegiatan ini dinamakan Pasar Minggu Legi karena digelar setiap hari Minggu Legi tiap bulannya. Tema yang diangkat adalah jajanan tradisional tempoe doeloe.

"Penyajiannya mirip pasar jaman dulu, dengan bungkus daun. Para penjual mengenakan pakaian ala warga dusun jaman dulu dan alat tukarnya pakai koin bambu," ujarnya.

Cikam berharap, hadirnya Pasar Minggu Legi di KBP akan meningkatkan daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara. "Sebagai destinasi wisata budaya sudah selayaknya KBP bisa menampilkan gambaran-gambaran kehidupan masyarakat Panawijen jaman dulu. Jadi bukan sekedar menampilkan keindahan alam semata," terangnya.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Polowijen Rudy Karunianto berpandangan, apa yang dilakukan oleh KBP mirip dengan visi LPMK Kelurahan Polowijen, yaitu ingin menjadikan Polowijen menjadi destinasi wisata dan pengembangan ekonomi kreatif.

"Nampaknya KBP mampu menangkap isu besar Pemerintah Kota Malang terkait dengan pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif, dan ide-ide itu diwujudkan dalam kegiatan mengangkat tradisi lokal salah satunya Pasar Minggu Legi idi KBP," katanya.

Tampak hadir pada launching Pasar Minggu Legi (Pasar Jajanan Tradisional), diantaranya ketua RT setempat, para ketua RW sekelurahan Polowijen, Babinsa kelurahan Polowijen, ketua LPMK kelurahan Polowijen, anggota DPRD kota Malang Edi Wijanarko, inspirator Glintung Go Green Bambang Irianto, warga Polowijen dan sekitarnya, serta wisatawan domestik.

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi