Komitmen Indonesia Membela Kemerdekaan Palestina Tak Pernah Surut

Komitmen Indonesia Membela Kemerdekaan Palestina Tak Pernah Surut

Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia Muhammad Luthfi Zuhdi bersama Menteri Luar Negeri Palestina, Dr. Riad Malki di public lecture Solidarity Week for Palestine yang digelar oleh SKSG UI bersama Kementerian Luar

SUARANASIONAL.ID - Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, Muhammad Luthfi Zuhdi mengatakan, komitmen Indonesia membela kemerdekaan Palestina tidak pernah berubah. Selain itu, dia menegaskan,  perasaan persahabatan antara masyarakat Indonesia dan masyarakat Palestina tidak pernah surut.

"Posisi Indonesia terkait dukungan tersebut telah jelas rujukannya dalam konstitusi Undang-Undang Dasar 1945, dimana penjajahan diatas muka bumi harus dihapuskan, karena mengabaikan nilai kemanusiaan dan nilai keadilan," kata Muhammad Lutfi dalam public lecture Solidarity Week for Palestine yang digelar oleh SKSG UI bersama Kementerian Luar Negeri RI di Kampus UI Salemba, Senin (15/10).

Public lecture kali ini menghadirkan Menteri Luar Negeri Palestina, Dr. Riad Malki. Riad mengapresiasi komitmen pemerintah Indonesia yang membela kemerdekaan Palestina. 

"Pemerintah Palestina berterima kasih atas komitmen dan dukungan Indonesis bagi kemerdekaan kami," kata Riad. 

Public Lecture merupakan rangkaian acara Solidarity Week for Palestine yang diselenggarakan di Bandung dan Jakarta. Gelaran pertama, SKSG menggelar konferensi Perdamaian di Palestina pada 2 November 2017 di Bandung. 

"SKSG UI mendukung berdirinya negara Palestina dengan kedaulatan dan kemerdekaan yang penuh," tegas Lutfi. 

Diketahui, SKSG melalui Kajian Timur Tengah dan Islam (KTTI), serta 8 program studi lainnya, memiliki berbagai aktifitas rutin berupa penelitian, seminar, konferensi, publikasi, dan kegiatan akademik lain yang mengarah kepada dukungan untuk perjuangan meraih kemerdekaan Palestina.

Sejak tahun 2003 hingga saat ini, sejumlah mahasiswa, dosen dan guru besar secara nyata mendedikasikan penelitian berupa tesis dan disertasi sebanyak 25 topik terkait   isu Palestina.

"Tentunya ke depan, seiring dinamika politik Timur Tengah, angka ini akan terus meningkat dari tahun ke tahun," harap Lutfi.   

Selanjutnya, pada masa mendatang, SKSG sebagai institusi pendidikan dengan lembaga riset yang berada di bawahnya, siap memberikan kontribusi nyata bagi kemerdekaan Palestina. *

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi