Ketidakjelasan Kepedulian Pemerintah Terhadap Petani Kopi

Ketidakjelasan Kepedulian Pemerintah Terhadap Petani Kopi

@Ilustrasi

SUARANASIONAL.ID – Peserta Pelatihan Barista Angkatan 18 Kemenaker Agus Surono di peringatan Hari Kopi Internasional yang jatuh hari ini, Senin (1 Oktober 2018), menyoal kepedulian pemerintah terhadap para petani kopi Indonesia.

“Pemerintah seharusnya lebih peduli terhadap para petani kopi yang dinilai belum cukup nampak. Mestinya sebagai negara pengekspor kopi terbesar kedua, para petani kopi seharusnya merasakan effek positinya. Jangan sampai malah tidak berdampak pada nasib petani kopi sendiri. Kan bisa jadi anomali kalau seperti itu,” tutur Agus yang juga Direktur Eksekutif Re-Ide, Senin (1/10).

Agus menegaskan bahwa pemerintah perlu melakukan transformasi pengetahuan, permodalan dan akses paska panen. Petani kopi mesti diyakinkan dengan menjadi petani kopi, itu juga memberikan harapan masa depan yang baik.

“Petani kopi perlu didukung oleh pemerintah, bentuknya bisa pemberdayan/ pelatihan atau bantuan modal. Dalam kontek global, adalah bagaimana pemerintah meyakinkan kopi-kopi Indonesia dapat dengan mudah memasuki pasar-pasar negara lain,” ujarnya.

 Ia melanjutkan, petani juga harus menggunakan beragam sosial media sebagai bagian penyebaran informasi dan mengenal produknya serta membentuk komunitas untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang muncul.

“Petani kopi perlu membentuk semacam peguyuban sebagai wadah untuk bertukar pikiran dan menyalurkan masalah kopi dan nasib petani. Petani juga perlu mem buka akses dengan para pemangku kepentingan yang bertujuan mengembangkan kopi agar nilai ekonominya berjalan naik,” ucap pecinta kopi itu.

Disamping itu, ia mengapresiasi berkembangnya caffe shop di banyak negara, termasuk di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan konsusmsi kopi di dunia. Tentu itu menunjukkan  nilai ekonomis kopi yang sangat baik. Apalagi, kata Agus, Indonesia sampai saat ini tercatat sebagai eksportir kopi terbesar kedua di dunia. Oleh karena itu, harus dimanfaatkan dengan baik oleh para eksportir Indonesia dan pemerintah mesti mendorong ekspor kopi ini sebagai salah satu produk unggulan.

“Dengan kekayaan varian dan jeni kopi yang dimiliki Indonesia (nusantara) menjadi nilai lebih dan potensi pasar di laur negeri yang cukup menjajikan,” ujarnya.

Agus mengakui bahwa pemerintah melalui kementrian ketenagakerjaan sudah melakukan beragam training terkait kopi seperti training barista dan sertifikasi barista. Hal yang patut dapresiasi untuk membuka hal yang produktif terkait dengan kopi cukup membantu, karena disana ada penegtahuan, praktik menjadi barista, harapannya mantan-mantan peserta barista tersebut dapat membuat usaha semacam caffe shop.

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi