Kelambatan Ekonomi China Menjangkit Sektor Pekerjaan

Kelambatan Ekonomi China Menjangkit Sektor Pekerjaan

@iLUSTRASI


SUARANASIONAL.ID - Perlambatan ekonomi domestik China semakin meningkat dan berdampak pada sektor ketatanega kerjaan yang semakin suram. Mulai dari perusahaan manufaktur sampai ke perusahaan internet, yang juga berdampak pada seluruh sektor.

Pertemuan pada Juli 2018, Politburo Partai Komunis China (Chinese Communist Party - “CCP”) menganalisa situasi ekonomi China saat ini dan menawarkan bagaimana menjaga kestabilian pekerjaan, keuangan, perdagangan luar negeri dan investasi untuk menghadapi perubahan eksternal serta memastikan pergerakan ekonomi yang stabil secara efektif. Dalam list tersebut, Politburo menandai “kestabilan pekerjaan” menjadi tugas yang paling penting dan utama. Laporan Kongres Nasional CPP ke-19 juga mengungkapkan bahwa pekerjaan adalah hal yang utama untuk kebaikan rakyat, instabilitas dalam sektor pekerjaan akan mempengaruhi standar kehidupan dan secara otomatis berpotensi berdampak pada stabilitas sosial.

Dari perspektif ini, kestabilan dunia pekerjaan berbanding lurus dengan keamanan stabilitas sosial dari resiko ekonomi. Situasi pekerjaan di China secara umum stabil dan membaik, tetapi terdapat perubahan dan kesulitan dalam menjaga stabilitas. Zhang Yizhen, Wakil Menteri Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial mengatakan ini pada pengarahan kebijkaan reguler dari Dewan Negara pada 5 Desember.

Media “The Hong Kong” memberitakan bahwa jarang digunakan prasa “kesulitan dalam mempertahankan stabilitas” menunjukkan sinyal kesuraman dalam sektor pekerjaan di China.

Kenyataan yang ada telah menkonfirmasi situasi dunia pekerjaan yang suram di China. Industri internet sedang mengalami penurunan saat ini. Perusahaan raksasa internet China seperti Baidu, Alibaba, Tencent adalah tempat yang diimpikan oleh para pencari kerja. Tetapi sejak September, berita tentang Alibaba yang meningkatkan kembali program rekrutmen kampusnya telah menyebabkan keributan di internet. Pada waktu yang sama, ada berita yang tersebar bahwa Baidu dan JD.com telah menghentikan rekruitmen, sedangkan Tencent akan memberhentikan sekitar 6,000 stafnya.

Sebagaimana yang diduga, perusahaan telah membantah rumor tersebut, Bagaimanapun, data penelitian dari industri sumber daya manusia menyampaikan cerita yang berbeda. Menurut data dari platform rekruitmen, pada kuartal ketiga 2018, jumlah pekerjaan yang diiklankan di internet/IT  meningkat sekitar 51 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Itu adalah kuartal kedua berturut-turut dari pertumbuhan negatif dalam permintaan dan kontraksi pekerjaan jauh lebih tinggi daripada rata-rata nasional.

Pemberhentian di industri internet terlihan jelas, tetapi kehilangan pekerjaan massal dalam industri manufaktur tidak menarik cukup perhatian. Industri manufaktur China mengirimkan sinyal secara bertahap tentang sektor pekerjaan yang mengkhawatirkan. Faxcon, sebuah perusahaan raksasa manufkatur, dilaporkan akan menghilangkan pekerjaan sebanyak 340,000 di seluruh dunia dan memotong pengeluaran sebesar 20 milliar RMB (sekitar 3 milliar dolar) di 2019. Pada November, kajian Tencent Technology menemukan bahwa Faxcon telah menghilangkan pekerjaan yang membutuhkan waktu yang lama. 

Menurut seorang pekerja di Faxconn’s Sehnzhen Guanlan Technology Park, waktu antrian untuk makan adalah lebih dari 20 menit selama periode puncak dari 130.000 ke 140.000 pekerja di pabrik tahun kemarin. “Bagaimanapun, sejak jumlah pekerja dikurangi 70.000-80.000 baru-baru ini, sehingga karyawan tidak harus menunggu waktu yang lama untuk makan. Sebelumnya, ribuan pekerja membanjiri baik di dalam maupun diluar setiap hari, tetapi sekarang ada ribuan yang pergi setiap hari, dan perusahaan tidak melakukan perekruitan pekerja lagi,” tutur seorang pekerja.

Disisi lain, karena pesanan mengalami penurunan drastis, pemasok lensa kaca Bern Optical dipaksa untuk memberhentikan 5.000 pekerja yang menyebabkan perselisihan tenaga kerja besar-besaran. Flextronics Plastic Technology, anak perusahaan Flextronics Ltd., berada pada situasi yang sulit sebagaimana itu dapat diamati melalui 6 cabangnya dari liburan panjang selama 1-12 Februari

Perlu juga dicatat bahwa banyak pekerja migran pulang lebih awal, beberapa bulan sebelum Tahun Baru Imlek. Alasan utamanya adalah banyak pabrik memiliki pesanan lebih sedikit, sehingga pabrik memutuskan untuk membiarkan pekerja mereka mendapat liburan di awal daripada membayar upah ketika tidak ada yang diproduksi. Bahkan, para pekerja ini secara efektif kehilangan pekerjaan mereka dengan cara diam-diam.

Perlu dicatat bahwa perusahaan swasta China sedang dilanda penurunan ekonomi paling banyak. Menurut statistik, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menyumbang 80 persen dari pekerjaan Cina. Jika perusahaan swasta mengalami kegagalan, pengangguran secara otomatis akan meningkat.

Situasi ketenagakerjaan di industri lain juga tidak optimis. Laporan setengah-tahunan industri distribusi menunjukkan bahwa 9 distributor telah mem-PHK sebabanyak 4.186 pekerja. Di antara mereka, Oriental Landscape Co.Ltd. telah memberhentikan 30 persen stafnya; gaji CEO telah berkurang dari jutaan menjadi RMB 20.000 per bulan; tidak sedikit peneliti lebih memilih beralih menjadi pekerja sales.... setelah pasar saham China jatuh pada Juni 2018, pasar sekunder lesu, dan kesulitan industri keuangan akan terjadi. 

Pemerintah bergerak untuk mengatasi perbankan bayangan sehingga dampak yang ada adalah biaya keuangan perusahaan real estat melonjak. Dengan demikian, perampingan dan PHK menjadi pilihan pertama perusahaan real estat untuk bertahan hidup. Seperti yang dikatakan oleh pejabat senior Centaline Property dengan jujur: "Now it is the elimination competition of queue up to die’; the winner will be the one who has the strength to be the last standing.”

Dan ketika lulusan baru dari perguruan tinggi berbondong-bondong masuk ke dalam pasar kerja, tekanan terhadap ketatanega kerjaan juga akan meningkat. Lu Aihong, juru bicara Kementerian Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial, mengatakan baru-baru ini jumlah lulusan perguruan tinggi pada tahun 2019 diharapkan menjadi 8,34 juta, meningkat 140.000 dari tahun sebelumnya.

Tekanan pada pekerjaan masih sangat besar, dan kontradiksi struktural dalam pekerjaan sangat menonjol. Saat ini, ketidakstabilan dan ketidakpastian baik domestik maupun luar negeri semakin meningkat, yang pada gilirannya akan mempengaruhi produksi, operasi, dan pekerjaan beberapa perusahaan. Artinya, situasi pekerjaan masih parah dan rumit. Oleh karena itu, perlu mengambil langkah untuk mengoordinasikan pekerjaan dari berbagai kelompok orang, memperluas saluran pekerjaan, dan berusaha untuk mencapai kualitas yang lebih tinggi serta pekerjaan penuh dari lulusan perguruan tinggi.

Untuk tujuan ini, Perdana Menteri Li Keqiang baru-baru ini menjadi tuan rumah pertemuan eksekutif Dewan Negara untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang ditargetkan untuk lebih mempromosikan pekerjaan. Pertama, perusahaan-perusahaan yang diasuransikan dengan pekerjaan yang stabil memenuhi syarat untuk pengembalian hingga 50 persen dari premi asuransi pengangguran mereka melalui pengurangan biaya. 

Langkah kedua adalah mendukung kewirausahaan untuk mendorong pekerjaan. Pemerintah akan mempromosikan usaha para wirausaha melalui jaminan pembiayaan pemerintah dan mendorong pinjaman yang dijamin bagi pemula. Perusahaan swasta, UKM, dan perusahaan mikro adalah sumber utama lapangan kerja. Dengan demikian, semua kebijakan yang mendukung pekerjaan kewirausahaan harus fokus pada mereka. Ketiga, partisipasi dalam pelatihan keterampilan harus didorong. Pemerintah akan mendukung orang-orang yang menganggur untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis pelatihan keterampilan dan memberikan subsidi pelatihan kepada peserta yang memenuhi syarat. 

Langkah keempat adalah memastikan pencairan tunjangan asuransi pengangguran secara tepat waktu kepada orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan dan memastikan bahwa asuransi kesehatan dasar dan pengeluaran lainnya akan dimasukkan dalam dana asuransi pengangguran. Kelima, semua daerah harus memberikan prioritas yang lebih tinggi pada masalah pengangguran, dan mengambil berbagai langkah yang tepat untuk mempromosikan pekerjaan.

Dilihat dari perkembangan terakhir, risiko pengangguran di China meningkat dan tingkat pengangguran mendekati level berbahaya. Kebijakan ekonomi domestik sangat membutuhkan penyesuaian dan juga disarankan agar pemerintah memperkenalkan kebijakan stimulus berskala besar untuk menangani pengangguran domestik. Pada akhir 2017, Anbound mengusulkan bahwa China membutuhkan kebijakan stimulus besar-besaran sebesar RMB 30 triliun di masa depan. Usulan “drastis” semacam itu sebenarnya merupakan prasangka setelah analisis rasional sistem ekonomi dan sosial China oleh tim peneliti Anbound. Ukuran ekonomi China saat ini sangat diperbesar sejak kebijakan stimulus "RMB 4 triliun" diadopsi, dan telah melampaui RMB 80 triliun.

Jenis stimulus berskala besar ini lebih sistemik, yang berbeda dari regulasi yang tepat. Karena ekonomi China sedang menghadapi masalah sistemik. Regulasi yang tepat hanya dapat berfungsi sebagai "blood transfusion" untuk bidang-bidang tertentu, tetapi tidak dapat merangsang aktivitas seluruh sistem ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan stimulus komprehensif untuk menghasilkan fungsi regenerasi mandiri dari seluruh sistem ekonomi. Fungsi inti dari kebijakan stimulus besar-besaran adalah memperluas pasar untuk menciptakan lebih banyak permintaan sehingga perusahaan dapat menghasilkan lebih banyak uang, dan bersedia merekrut pekerja dalam skala besar. Oleh karena itu, tingkat pekerjaan mencapai kestabilian dan meletakkan dasar untuk pertumbuhan yang stabil.

*Penulis: Yu Zhongxin (Ph.d dari School of Economics, Renmin University of China dan seorang peneliti di Anbound Consulting, sebuah Think Thank Independen dengan kantor pusat di Beijing. Didirikan pada tahun 1993, Anbound fokus dalam riset kebijkaan publik)

Artikel ini sebelumnya dilansir di surat kabar berbahasa Inggris “Independent Observer”, edisi 8-14 Februari 2019, berjudul: “China’s Slowdown is starting to hit where it hurts: Employment”

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi