KBP Berbagi Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Bareng UNS Surakarta

KBP Berbagi Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Bareng UNS Surakarta

Penyerahan Cindra Mata Oleh Ki Demang Pendiri Kampung Budaya Polowijen Kepada Dosen Pendamping Fakultas Ilmu budaya Universitas Sebelas Maret (UNS).


SUARANASIONAL.ID - Sejumlah penelitan menyebutkan, objek wisata kebudayaan semakin diminati para wisatawan mancanegara pada masa mendatang. Merujuk kajian Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik (PATA), bahwa lebih dari 50% wisman yang mengunjungi Asia dan daerah adalah untuk melihat dan menyaksikan adat istiadat, the way of life, peninggalan sejarah, bangunan-bangunan kuno yang tinggi nilainya. Sementara, kajian Citra Pariwisata Indonesia (2003) menyebutkan, budaya merupakan elemen pariwisata yang paling menarik minat wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia.

Merespon perkembangan wisata budaya, Kampung Budaya Polowijen (KBP) Malang berkolaborasi dengan Program D3 Usaha Perjalanan Wisata Fakultas Ilmu budaya Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar sarasehan bertajuk 'Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya' di KBP Malang, beberapa waktu lalu.

Rangkaian kegiatan diantaranya, pentas tari kolosal topeng malang, seminar wisata budaya, workshop permainan tradisional dan pengenalan topeng Malang dengan kegiatan mengecat topeng.

Dr. Deria Adi Wijaya S.ST.Par.,M.Sc, dosen pendamping mahasiswa UNS mengaku sangat kagum dengan KBP, sebuah kampung kecil di tengah kota namun memiliki wisata budaya yang mengangkat tradisi lokal. 

“Saya baru tahu kalau KBP mengangkat sejarah Empu Purwa. Dan, di KBP terdapat situs Ken Dedes yang semua ada dalam cerita dan didrama di museum Empu Purwa," kata dia.

Penggagas KBP Ki Demang berpandangan untuk menjadikan suatu destinasi wisata, KBP telah melakukan upaya dan strategi mengangkat potensi lokal sebagai point utama. 

"Selain seni budaya, KBP telah menambah konten dan icon budaya Malang, salah satunya topeng Malangan yang tidak lain karena Empu Topeng Malang Buyut Reni berasal dari Polowijen," kata Ki Demang.

Menurut Ki Demang, salah satu strategi KBP mengembangkan industri pariwisata adalah dengan memproduksi tari topeng, kerajinan topeng, batik topeng, mainan tradisional, jajanan tradisional serta kegiatan seni budaya yang ada kaitannya dengan potensi lokal. 

Strategi promosi wisata, sambung Ki Demang, perlu diintensifkan dengan cara meningkatkan publikasi, baik melalui media online, sosial media, serta memanfaatkan pengunjung yang menjadi agen promosi KBP

"Kegiatan pameran dan pementasan di luar KBP menjadi ajang peningkatan promosi wisaya budaya," ujarnya. 

Strategi pengembangan KBP berikutnya adalah membuat kelembagaan pariwisata, salah satunya pembentukan perkumpulan dan penguatan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Menurutnya, melalui kelembagaan pariwisata, setiap kampung wisata dapat bekerjasama dengan instansi manapun untuk penyelenggaraan kegiatan dan pengembangan kampung budaya. 

"Momentum kunjungan instansi manapun ke KBP sebagai sumber kegiatan yang dapat diselenggarakan dengan pola kemitraan," terangnya. 

Bagi Ki Demang, empat strategi tersebut merupakan pola pengembangan wisata budaya di KBP yang selama ini dilakukan di tengah kebutuhan wisatawan semakin meningkat terhadap kegiatan wisata budaya.

"Makin meningkatnya minat wisata budaya harus dibarengi dengan pengembangan wisata edukasi sehingga wisatawan tidak sekedar datang melihat daya tarik wisata melainkan terlibat melakukan kegiatan wisata budaya sekaligus membawa cindera mata khas budaya," pungkasnya.

Prabowo: Saya Dituduh Tidak Beragama

SUARANASIONAL.ID – Prabowo Subianto, Calon Presiden RI Nomor Urut 02, berani dengan lantang mengungkapkan bahwa...

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi