Kaum Milenial Tidak Mudah Percaya Dengan Hasil Survei

Kaum Milenial Tidak Mudah Percaya Dengan Hasil Survei

Isra Ramli, Calon Senator DPR RI Kalimantan Utara Tahun 2019 Sedang Menjelaskan Millenial and ellection: What’s Up?. @Istimewa

SUARANASIONAL.ID - Isra Ramli, Calon Senator DPR RI Kalimantan Utara 2019 mengakui bahwa Realitas politik saat ini tidak bisa diprediksi hanya dengan melakukan survei.

“Harus ada cara pendekatan baru untuk mendekati milenial, bukan lagi dengan bertanya kemudian mereka menjawab. Tetapi dengan cara menarik-narik sendiri kesimpulan dari pilihan-pilihan yang dia buat,” ucapnya dalam diskusi Indexpolitica dan Sang Gerilya dalam tema Social Media, Millenial and ellection: What’s Up? di Jakarta, Sabtu (03/11/2018).

Isra mengakui jika milenial itu tidak mudah percaya dengan apa yang kita bicarakan.

Generasi lama itu bertanya langsung, generasi baru itu menyimpulkan dari sikap-sikap calon terhadap sesuatu.

“Dia akan bertanya dengan berbagai macam kesimpulan. Seperti, Sang caleg itu maju karena ingin mencari duit, dia maju karena ingin begini begitu,” ucapnya.

Isra dalam diskusi itu mengambil contoh seperti menangnya Donal Trump dalam pemilu 2016. 

Menurutnya, Donald Trump itu berhasil memanfaatkan kemarahan orang Amerika terhadap kebijakan-kebijakan Obama yang dianggap sok universalis, sok unitarian, sok baik. 

“Orang Amerika marah karena Obama membiarkan para industrialis merelokasi industri untuk keluar Amerika sehingga mengakibatkan hilangnya lapangan kerja di Amerika, ia banyak membiarkan migrasi besar-besaran orang Meksiko sehingga merebut banyak pekerjaan orang Amerika,” ceritanya.

Namun, ia melanjutkan, karena secara normatif salah jika marah terhadap orang Meksiko, mereka diam. 

“Tiba-tiba ada pernyataan gila dari Donald Trump bahwa orang Meksi itu pemerkosa, jual narkoba. Mirip-mirip kalau di Jakarta itu seperiti Ahok yang marah terhadap birokrasi,” lanjutnya.

Lebih dalam, Isra menjelaskan bahwa generasi baru mengakibatkan metodologi baru, teknik-teknik baru lagi. Hal ini Karena kita sekarang hidup di era post truth.

“Dimana kebenaran yang bersifat faktual itu bisa ditutup dengan opini. Jadi hoax itu adalah sesuatu yang niscaya. Sesuatu yang positif di era post truth,” Isra menjelaskan.

Isra mengajak milenial agar tidak galau soal isu hoax. Karena ini zamannya. Kebenaran itu tidak selalu identik dengan fakta.

“Sebenarnya, penderitaan bangsa ini adalah para pemimpinnya tidak membantu rakyat mana yang penting dan mana yang tidak penting,” kata Isra. 

Mudah mudahan postur ini berlalu dimana para pemimpin mulai memetakan mana yang penting dan tidak penting.

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi