Kata Prabowo, Neo-Lib di Indonesia Hanya Menguntungkan Orang Kaya

Kata Prabowo, Neo-Lib di Indonesia Hanya Menguntungkan Orang Kaya

Prabowo Subianto. @Istimewa

SUARANASIONAL.ID – Sistem neo-liberal yang dianut pemerintahan Indonesia saat ini telah melahirkan kesenjangan yang luar biasa, ‘yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin’. Itu yang kemudian dikritisi oleh Calon Presiden RI Nomor Urut 02 Prabowo Subianto.

Ia mengakui dulunya mempercayai neo-lib dapat mensejahterakan rakyat miskin, tetapi faktnyata neo-lib tidak berpihak pada masyarakat miskin dan hanya menguntungkan kelompok-kelompok tertentu saja, makanya dia tidak percaya lagi sama neo-lib. 

 “Maslahnya adalah ternayata elit bangsa kita, elit itu unsur pimpinan kita. Walaupun dulu saya di orde baru, saya juga ikut percaya neo-lib: o iya neo-lib itu benar, biarkan saja yang kaya sedikit dulu, nanti lama-lama akan menetes ke bawah kekayaan, itu trickle down katanya, ternyata yang kaya tambah kaya dan nggak trickle-trickle (menetes dari kaya ke miskin – red),” tutur Prabowo. dalam pidatonya ketika menghadiri Rakernas DPP LDII 2018, di Pondok Pesantren Minhajurasidin Pondok Gede, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (11/10).

Lanjut Prabowo, paham neoliberalisme hanya menarik bagi orang kaya dan bagi bangsa yang sudah kaya dan tidak berlaku untuk semua orang. Amerika saja, kata Prabowo, yang kalah bersaing dengan China beralih untuk melawan China dengan jalan “Perang Dagang”.

“Begitu sekarang Amerika Serikat (penganut paham neo-lib-‘red’) merasa kalah bersaing dengan Tiongkok, mereka menyatakan “Perang Dagang”, tidak free trade, tidak ada perdagangan bebas, (yang ada pemimpin AS mengatakan-‘red’) dia mengatakan America first, dia mengatakan make America great again, dia menagtakan the important things is  American jobs,” tandasnya.

Berangkat dari perkataan diatas, Prabowo bertanya kenapa tidak ada pemimpin Indonesia yang mengatakan seperti apa yang disampaikan oleh pemimpin Amerika Serikat tentang mengembalikan kejayaan.

“Kenapa kok bangsa Indoensia tidak berani mengatakan, bagi bangsa Indoensia Indoensia first (pertama), make Indonesia great again (mengembalikan kejayaan Indnesia lagi). Kenapa tidak ada pemimpin Indonesia yang berani mengatakan yang penting adalah pekerjaan untuk rakyat Indoensia,” tegasnya.

Prabowo pun menyimpulkan bahwa pada akhirnya negara-negara yang berhasil dan ekonomi yang berhasil adalah ekonomi yang mampu mempertahankan kepentingan nasional masing masing. Ia juga menekankan agar tidak melancarkan kebencian dan ketakuta pada bangsa lain tetapi harus belajar dari bangsa manapun tapi bukan sebagai pecundang dan kacung dari mereka.

“Kita tidak boleh benci dengan bangsa manapun, kita tidak boleh takut dengan bangsa manapun. Jangan kita benci kita harus belajar dari bangsa manapun tapi kita jangan menjadi pecundang. Dihadapan bangsa-bangsa asing kita jangan jadi kacung bagi bangsa lain, kita tidak boleh hanya sekedar menjadi pesuruh bangsa lain dan kita tidak boleh kehilangan tanah air kita,” ujar mantan Danjen Kopassus itu.

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi