Kampung Budaya Polowijen Dinilai Layak Jadi Panutan Pembelajaran Seni Budaya

Kampung Budaya Polowijen Dinilai Layak Jadi Panutan Pembelajaran Seni Budaya

Mahasiswa-Mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung beserta Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogjakarta berkunjung ke Kampung Budaya Polowijen (KBP), Kota Malang, Senin (26/11)


SUARANASIONAL.ID - Ratusan mahasiswa program studi pendidikan Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung berkunjung ke Kampung Budaya Polowijen (KBP) dalam rangka Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Tampak pula puluhan mahasiswa dari Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogjakarta. 

Tetiba di KBP, kehadiran mereka disambut dengan tarian topeng Malang secara kolosal oleh para penari. Demikian juga warga KBP yang turut menyambut dengan hangat dan senyum ramah sebagai simbol selamat datang. 

Penggagas KBP Ki Demang dalam sambutannya mengatakan, KBP terbuka bagi siapapun untuk tempat belajar seni dan budaya, serta riset akademik. Menurut Ki Demang, sejak resmi berdiri, kunjungan dari berbagai stakeholders ke KBP tak pernah surut. 

"Beruntung juga kehadiran pengunjung bebarengan dengan pelaksanaan festival Panawijen Djaman Bijen sebagai kalender event wisata kota Malang yang digelar di KBP," kata Ki Demang di Polowijen, Kec. Blimbing, kota Malang, Senin (26/11).

Wildan, pengajar Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial UPI Bandung yang mendampingi para mahasiswa mengatakan, kegiatan kunjungan ke KBP yang kebetulan bersamaan dengan kegiatan Panawijen Jaman Bijen ini sungguh bermakna. Bagi Wildan, kekuatan KBP ternyata ada pada bagaimana cara melestarikan budaya yang lama agar senantiasa tetap lestari. 

"Dan ini bisa menjadi role model (panutan) pembelajaran bagi mahasiwa UPI yang kelak dapat mempraktekkan di kampung halamannya," ujar dia. 

Terlihat warga KBP mengajak para mahasiswa untuk mencoba permainan tradisional, musik dolanan, serta menembang mocopat Jawa. Suguhan jajanan tradisional dari warga KBP untuk para pengunjung tersaji dengan baik. Selanjutnya, para mahasiswa diajarkan untuk membatik dan membuat serta mengecat topeng Malang. 

Guru batik KBP Titik Nur Fajriyah mengajarkan para mahasiswa bagaimana proses mencanting, mewarna dan nglorod sehingga hasil batiknya bisa langsung di bawa pulang. 

Titik juga mengajak para mahasiswa untuk lebih jauh mengenal batik. Dikatakan ia, batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya nusantara (khususnya Jawa) yang sudah ada sejak lama dan telah menjadi warisan budaya Indonesia. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik merupakan pekerjaan yang eksklusif.

Batik pun, sambung Titik, memiliki kekhasan masing-masing di tiap-tiap daerah. Demikian halnya dengan batik Malang yang mempunyai ciri khas pada desain dan motif, yakni menuangkan gambar topeng dalam setiap proses membatik. Pasalnya, topeng merupakan ikon budaya Malangan. Ciri khas lain adalah bunga teratai adalah bunga yang sejak dari dulu ada dan tumbuh subur di Malang, patung Ken Dedes pun memakai teratai sebagai salah satu aksesoris dan ornamen yang melekat pada tubuhnya.

Sementara itu, Yuli Purwanto menjelaskan kepada pengunjung ikut praktek mengecat topeng Malangan sambil menunjukan gambar dan perbedaan masing-masing karakter. 

Yuli mengungkapkan bahwa topeng Malang itu banyak versi baik dari Kedungmonggo, Jabung Tumpang, Glagahdowo, Jambuwer, Jatigui, Sengreng, dan Polowijen

"Perbedaan lebih banyak pada makhota dan ukir-ukiran, tetapi karakter tokoh ketika dimainkan dalam gebyak wayang topeng kurang lebih sama," ujarnya. *

Fadli: Ini Solusi Rezim Ala Sontoloyo

SUARANASIONAL.ID – Rizal Ramli, mantan Menteri Kordinator Kemaritiman RI, memberikan tanggapan terhadap statemen...

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi