Jokowi Berharap Energi Perdamaian Dunia Dimulai Dari Korea

Jokowi Berharap Energi Perdamaian Dunia Dimulai Dari Korea

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam dialog dengan mahasiswa Korea selepas kuliah umum di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Seoul, Korea Selatan, pada Selasa, 11 September 2018.

SUARANASIONAL.ID - Presiden Joko Widodo di sela-sela kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan selama dua hari (10-11 September 2018) menyempatkan untuk mengisi kuliah umum kepada mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia-Malaysia di Universitas Hankuk Seoul, Korea Selatan, Selasa (11/09/18). Jokowi dalam materinya berharap kerukunan dan persatuan antara Korea Utara dan Korea Selatan benar-benar menjadi kenyataan.

"Ini menunjukkan bahwa kerukanan dan persatuan antara Korea Utara dan Korea Selatan, perasaan saya mengatakan mendekati sebuah kenyataan. Dan kita harapkan betul-betul nanti menjadi sebuah kenyataan, sehingga energi perdamaian itu dimulai dari korea," ujar orang nomor satu Indonesia itu.

Sebelumnya kedua negara meramaikan Asian Games Ke-18 yang diadakan di Jakarta dan Palembang. Dari Korea selatan yang hadir adalah Menteri Korsel, sedangkan Deputi Perdana Menteri dari Korut. Jokowi juga sangat berbahagia atas pertemuan pemimpin kedua negara sebelumnya , Moon Jae-in (Presiden Korsel) dan Kim Jong-Un (Presiden Korut).

"Sebuah sejarah karena dua Korea itu saudara dekat. Satu rumpun, kalau bertemu adalah sebuah hal yang wajar dan saya sangat berbahagia," tuturnya.

Ia menyampaikan bahwa persoalan nuklir menjadi bagian terpenting dari tantangan dunia di era sekarang. "Ancaman nuklir salah satu dari beberapa tantangan yang sedang dihadapi dunia saat ini," kata presiden Jokowi.

Jokowi sadar tentang kondisi dunia saat ini, yang mana banyak negara lebih cenderung protektif, populis dan unilateral.

"Populisme, proteksionisme dan unilateralisme, semuanya lagi naik tajam di berbagai penjuru dunia," tegasnya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu juga mengharapkan Indonesia dapat berperan menjaga perdamaian dunia dalam aspek-aspek agama dan menangani konflik internasional. 

"Ini semua adalah konkret untuk mendorong yang benar, tetapi sejauh kemampuan yang kita miliki," ujar Jokowi.

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi