Jelang Debat Pilpres, Kasus Novel Baswedan Akan Jadi Senjata Utama BPN

Jelang Debat Pilpres, Kasus Novel Baswedan Akan Jadi Senjata Utama BPN

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. @iSTIMEWA


SUARANASIONAL.ID – Komisi Pemilihan Umum rencana menggelar acara debat perdana Capres-Cawapres pada 17 Januari 2019 mendatang. Tema yang akan ditetapkan yakni mengenai Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Korupsi dan Terorisme.

Koordinator Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak meyakini kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan bakal jadi senjata kubu Prabowo-Sandi untuk melemahkan kompetitornya.

“Jadi memang salah satu kasus ham dan kasus penganiayaan terhadap penegak hukum yang paling high profile ya kasus Novel. Dan tentu itu jadi perhatian dan bahkan Pak Prabowo dan Bang Sandi berjanji apabila beliau berdua terpilih sebagai presiden dan wakil presiden ini akan menjadi salah satu perhatian khusus untuk bikin TGPF (tim gabungan pencari fakta ) segera mungkin menyelesaikan kasus penyiraman ini,” kata Dahnil, Kamis malam (03/01).

Dahnil menjelaskan, kasus pelanggaran HAM terhadap Novel harus segera dituntaskan dan diungkap siapa pelaku dan apa motifnya. Dia menyebut pihak Prabowo-Sandi mempunyai keyakinan untuk bisa menyelesaikan kasus tersebut.

“Apalagi anda tahu saya sejak awal dampingi Novel terkait kasus yang dia hadapi. Saya tahu persis anatominya seperti apa, yang jelas kalau Pak Prabowo terpilih ini akan jadi prioritas,” ujar Dahnil.

Kendati demikian, Dahnil mengaku dalam ajang debat nanti pihaknya tidak akan melibatkan Novel. Dia mengatakan Novel tetap fokus sebagai penegak hukum dan tidak boleh masuk dalam pertarungan Pilpres 2019.

“Tentu Novel tidak pada posisi itu (diajak berdiskusi), kami tidak mau menyeret Novel dalam pertarungan kontestasi Pilpres ini. Ya biarlah dia bekerja sebagai mana mestinya sebagai aparatur hukum,” paparnya.

Dahnil juga mengatakan kubu Prabowo-Sandi memiliki cukup data dan fakta terkait kasus penyerangan Novel, yang menunjukkan kelemahan penegakan hukum era Jokowi.

”Jadi kita akan dalam posisi misalnya memenuhi tuntutan kawan-kawan masyarakat sipil kemudian Novel sendiri terkait TGPF, karena kami yakin kalau TGPF ini dibentuk kasus itu akan segera selesai,” katanya menambahkan.

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi