Ini Jawaban Sandi Soal Strategi Setop Impor

Ini Jawaban Sandi Soal Strategi Setop Impor

Sandiaga S Uno, Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02. @Istimewa

SUARANASIONAL.ID –  Ketika Calon Presiden RI Prabowo Subainto berpidato dalam acara di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan pada Minggu, 4 November 2018, Prabowo berjanji akan membuat Indonesia berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) dan tidak perlu mengimpor apa pun serta mampu melakukan swasembada pangan.

Calon Wakil Presiden RI Sandiaga S Uno menjustifikasi gagasan yang disampaikan oleh Prabowo tersebut. Menurutnya, kebijakan semacam itu merupakan bukti keberpihakan kepada rakyat dan menegaskan jika Indonesia mampu memproduksi sendiri kenapa harus impor.

"Ini yang jadi salah satu keberpihakan yang ingin Prabowo-Sandi hadirkan yaitu kita ingin fokus betul-betul untuk memperkuat pertanian, sumber-sumber pangan kita dan seandainya kita bisa memproduksi sendiri mengapa, kenapa harus impor?" tuturnya di Hutan Kota Pesanggrahan, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu Rabu (7/11).

Kendati demikian, Sandiga menyadari terdapat beberapa kebutuhan yang masih belum biasa dipenuhi stoknya. Dalam rangka mengatasi itu, ia menilai harus ada kebijakan-kebijakan alternative untuk menanggulanginya.

"Tapi memang ada produk-produk yang tidak bisa dihadirkan, kita tambah dengan kebijakan-kebijakan yang temporer. Tapi yang bisa kita produksi sendiri, why we do have to import? Kenapa nggak fokus ke penguatan kita sendiri," tungkasnya.

Disamping itu, mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu menegaskan untuk menuju peningkatan swasembada hal yang pertama-tama dilakukan adalah pembenahan data.

"Kita harus realistis. Sekarang sumber produksi belum dilakukan pendekatan yang berpihak kepada peningkatan sumber produksi kita. Jadi memang data-datanya dululah dibenahi," ucapnya.

Lanjut Sandi, beberapa pertanyaan yang harus dijawab untuk ketersedian pangan dan memprioritaskan terkait harga-harga pokok yang terjangkau.

"Sekarang datanya gimana sih? Sumber produksi kita cukup apa nggak? Sumber produksi kita bisa diprediksi. Sekarang kan ada data analytics ya, ada big data. Bagaimana? Apakah kita bisa diagnostic, predictive? Kita bisa lihat produksi satu tahun ke depan cukup nggak sih? Kalau nggak mencukupi tentunya kita harus bantu karena ketersediaan dan harga-harga itu harus menjadi pemikiran utama," imbuh Sandi.

Oleh karena itu, jika terpilih di Pilpres 2019, kata Sandi, Prabowo-Sandi akan berusaha untuk memperkuat ketersediaan kebutuhan pangan dan impor kebutuhan pangan tidak harus dilakukan jika stoknya tersedia.

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi