Honor Penari Ratoh Jaroe di Asian Games Diduga Bermasalah

Honor Penari Ratoh Jaroe di Asian Games Diduga Bermasalah

Honor Penari Ratoh Jaroe di Asian Games Diduga Bermasalah Honor para penari khas Aceh Ratoh Jaroe dari siswi SMA se-Jakarta diduga bermasalah. (Dok. Kementerian Pariwisata)

SUARANASIONAL.ID - Ribuan penari Ratoh Jaroe pada pembukaan Asian Games 2018, sukses membuat kita semua terkesima. Namun, dua minggu setelah Asian Games, sejumlah penari masih belum mendapatkan honor.

Diketahui, 1.600 penari yang terlibat berada dari 18 SMA di Jakarta. Awalnya, ketika berlatih di sekolah dari April sampai Juni, mereka memang tidak mendapat bayaran, hanya snack dari pihak sekolah.

Tapi, setelah lokasi latihan pindah dari sekolah ke Senayan, Inasgoc memberi honor $15 per hari kepada mereka. Jika ditotal, para penari sudah melakukan 15 kali pertemuan, mulai dari latihan sampai tampil di permbukaan. Setidaknya, mereka mendapat bayaran sekitar Rp 3,3 juta. Tapi, hingga saat ini mereka belum mendapatkan sepeser pun.

"Guru bilangnya, tidak ada bayaran jadi jangan terlalu berharap. Kalau dikasih syukur, kalau enggak ya sudah. Tapi teman-temanku bilang, memang harusnya dapat US$15 per hari, tapi sampai sekarang tidak turun-turun [uang honornya]," ungkap siswa yang tak mau disebutkan identitasnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (18/9).

Seorang siswa SMA 78 juga mengungkapkan hal yang sama. "Beberapa perwakilan kami sudah dipanggil. Tapi sekolah bilang tidak mau memberikan uang tunai. Kami dikasih tiga opsi, dikasih jaket atau kaus, jalan-jalan atau uang tunai. Kami maunya uang."

"Itu kan hak kami. Sejak awal kami yang panas-panasan, capek, pulang malam terus, kenapa masih ditahan-tahan uangnya?" tanyanya.

Sementara itu, INASGOC mengaku telah membayar honor penari Ratoh Jaroe kepada 18 SMA di Jakarta. INASGOC membayar langsung kepada pihak sekolah. Pihak sekolah yang kemudian mengelola dana tersebut.

"Benar, per hari kami berikan honor US$15 yang per orang selama 15 hari latihan. Itu yang kami kirimkan sesuai jumlah siswa-siswi di masing-masing sekolah. Pengelolaan dananya kami kembalikan lagi ke kebijakan masing-masing sekolah," jelas Herty, Selasa (18/9).

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah masih belum memberikan tanggapan. Demikian, dilansir di CNN Indonesia.

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi