HMI UIN Yogyakarta Serukan Revolusi Teknologi Informasi Anti Hoax

HMI UIN Yogyakarta Serukan Revolusi Teknologi Informasi Anti Hoax

Seminar Anti Hoax dengan Tema "Peran Mahasiswa dalam Mencegah Penyebaran Hoax, Upaya Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa" yang di adakan oleh HMI Syari'ah dan Hukum UIN Yogyakarta. @Istimewa


SUARANASIONAL.ID - Ijtihadul Umam, Ketua Umum HMI Syari’ah dan Hukum saat memberikan sambutan pada acara Seminar Anti Hoax di teatrikal perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,Selasa (4/12).

Umam menjelaskan revolusi teknologi informasi tidak selalu membawa akibat baik terhadap peradaban manusia. Teknologi akan menjadi rahmat bila digunakan dengan bijak, dan akan menjadi bencana bila disalah gunakan, seperti menyebarkan hoax (red).

“Penyebar hoax tidak ubahnya seorang pengecut, ia menyebarkan berita bohong namun ia tidak berani menampakan dirinya. Yang ia inginkan adalah pecahnya persatuan bangsa.” Ujarnya.

Selain itu, Kasubdit Cyber Crime Kapolda DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), AKBP Edy Sutanto, S.H, mengatakan bahwa, dari data yang ia peroleh, saat ini pengguna Gadget (smartphone) di usia 13 hingga 18 tahun mencapai 50%, sedangkan di usia 19 keatas mencapai 19% dan sisanya adalah pengguna dari golongan orang dewasa.Menurutnya, ini akan sangat riskan bila semuanya terjerumus ke dalam hoax, dan ikut menyebarkan.

“Maka dari itu, peran utama mahasiswa sebagai kaum intelektual harus menfilter semua konten yang ia dapatkan, harus kroscek dan recheck terlebih dahulu. Jangan sampai mahasiswa menjadi penyebar hoax.” Tuturnya.

Menurutnya, saat ini hoax sengaja diproduksi secara sistematis, maka untuk mengatasinya harus dengan cara yang sistematis juga, “Kita bisa memeriksa kebenaran berita itu lewat Cek Fakta.com, misalnya.” Imbuhnya.

Selain melalui pencegahan yang sistematis, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D, selaku pembicara utama dalam seminar ini, menghimbau kepada semua mahasiswa, bahwa, mahasiswa selaku kaum intelektual dan akademis harus ber”puasa”. Puasa maksudnya adalah menahan dari menyebarkan berita, konten atau hal-hal yang belum tentu kebenarannya.

“Mahasiswa harus punya sikap menahan diri, sekali share, berarti ia membangun peradaban. Bila yang disebarnya adalah hoax, maka ia menyumbang terhadap pembangunan peradaban yang buruk, ini yang dinamakan kiamat digital.” Jelasnya.

Prabowo: Saya Dituduh Tidak Beragama

SUARANASIONAL.ID – Prabowo Subianto, Calon Presiden RI Nomor Urut 02, berani dengan lantang mengungkapkan bahwa...

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi