Dukungan Kaum Intelektual Untuk Prabowo-Sandiaga

Dukungan Kaum Intelektual Untuk Prabowo-Sandiaga

Prabowo Subianto dan Rocky Gerung di acara Deklarasi Alumni Perguruan Tinggi se-Indonesia di Gedung Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Sabtu (26/01). @iSTIMEWA


SUARANASIONAAL.ID - Beberapa hari yang lalu, tepatnya di hari Sabtu, pasangan capers cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga kembali mendapatkan dukungan yang cukup berharga yakni dukungan yang datang dari alumni 115 perguruan tinggi di Indonesia. Perguruan tinggi merupakan simbol intelektual. Karena perguruan tinggi tempat berkumpulnya narasi-narasi besar soal dunia, dengan seragam teori-teori sebagai pendekatannya melihat, mengamati dan mengintervensi realitas.

Maka dukungan kaum intelektual terhadap Prabowo dan Sandiaga merupakan satu pesan penting bahwa intelektualisme tidaklah berhenti sebagai kumpulan teori yang abstrak yang berada di atas Menara gading. Maka ia mesti turun untuk menegaskan sikapnya, mendukung pihak yang benar-benar sanggup menjaga keadulatan negara.

Negara berdiri untuk menyelenggarakan kesejahteraan dengan bertindak mencerdaskan kehidupan bangsa dan melindungi hak-hak warga negaranya. Dan intelektualisme adalah mata yang selalu terbuka untuk melihat dan mengamati seluruh proses kenegaraan dan kebangsaan tersebut. intelektualisme berdiri tegak di atas asas-asas kebenaran, bukan sentimen. Intelektualisme merupakan alat ukur untuk menentukan apakah negara berjalan pada posisi yang benar.

Bahkan secara historis, Negara ini dibangun dengan wawasan intelektual yang mengagumkan. Perdebatan dalam BPUPKI maupun PPKI tak saja merupakan kehendak untuk merdeka, tapi merumuskan sistem negara. Dalam diskusi perumusan negara inilah sejumlah perdebatan mengenai konsep negara dilangsungkan dengan pemahaman akan teori-teori soal dan politik para pendiri bangsa yang luar biasa. Terlihat bagaimana berbagai kelompok budaya, agama dan mazhab pemikiran dan ideologi memperdebatkan tentang asas negara dengan rasional dan obyektif.

Namun intelektualisme hanya akan berjalan kuat bila ia selalu bertopang kepada moralitas. Moralitas yang dimaksud adalah kejujuran untuk berjuang bersama dan memberi keuntungan bersama pula. Sehingga narasi intelektual bukan sekedar selebrasi kata-kata dan teori tapi upaya merumuskan kehendak publik menjadi kenyataan dengan didukung oleh pandangan dan pemikiran yang cerdas, kritis dan obyektif.

Saat Prabowo-Sandiaga mendapat dukungan kaum intelektual, itu berarti sebuah tantangan bagi Prabowo dan Sandiaga untuk siap diuji keseluruhan konsep-konsep yang ditawarkannya agar menjadi kesepahaman bersama dan mendapat analisa yang konstruktif. Sehingga kepemimpinannya diiringi dengan semangat rasionalitas yang tajam dengan moralitas yang tinggi.

Kedepan, politik bangsa ini tidak boleh hanya ditegakkan di atas kekuasaan dan kekuatan modal tertentu, tapi oleh kecermelangan rasio, pemikiran, analisa dan kejernihan moral. Karena cita-cita yang besar selalu lahir dari nalar yang tinggi, moral yang kukuh. Cita-cita yang tinggi akan terhempas bila kekuasaan dan kekuatan modal diberi ruang untuk membajak.

Kaum intelektual tak menawarkan modal dan kekuasaan, tapi gagasan yang bermartabat. Untuk itulah terdapat empat gagasan sebagai tuntutan politik dan moral yang disuguhkan kepada Prabowo. Demikian sikap yang diperagakan oleh alumnus 115 perguruan tinggi yang menyatakan dukungannya terhadap Prabowo-Sandiaga.

Pertama, mendesak dilakukannya upaya perbaikan kondisi bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. Mendorong upaya penegakan hukum yang tidak diskriminatif. Membangun ekonomi kerakyatan, menyelamatkan ketahanan pangan, energi, dan sumber daya lainnya. 

Kedua, meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta terlaksananya pemerintah yang bebas korupsi, kuat, efisien, dan efektif. 

Ketiga, mendorong lahirnya kepemimpinan kuat, kompeten, dan mampu menyatukan bangsa yang beragam, serta dapat membawa nama baik bangsa dan negara dalam kancah pergaulan internasional.

Keempat, mendukung terjadinya perubahan kepemimpinan nasional sesuai konstitusi, dan kelima, mendukung sepenuhnya pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno untuk menjadi presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

Kaum intelektual bertanggung jawab menyelamatkan bangsa ini. Kaum intelektual dibekali beragam kemampuan teoritik sehingga diharapkan mampu mengaplikasikannya dalam dunia praktis. Karena era saat ini mesti harus dikomandoi oleh kecerdasan, namun juga mesti dijaga dengan moralitas.

Kesadaran politik kaum intelektual merupakan modal berharga untuk mengembalikan kejayaan bangsa besar ini. Karena kesadaran tersebut tumbuh dari refleksi aktual bahwa bangsa besar ini sampai detik ini hanya menjadi hidangan prasmanan yang dengan mudah dilahap oleh kekuatan-kekuatan super power dunia. Dan sekali lagi hanya dengan keberanian dan kecerdasan lah negara ini akan bangkit kembali mereput hak-haknya dan menjalankan kehidupan kewargaan secara adil dan sejahtera.

*Penulis: Fikri Husein (Peneliti Nasional Institut)

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi