Dua Pembakar Bendera Tauhid Divonis Penjara dan Denda

Dua Pembakar Bendera Tauhid Divonis Penjara dan Denda

Dua Pelaku Pembakaran Bendera Bertuliskan Kalimat Tauhid. @Istiimewa

SUARANASIONAL.ID – Hasanuddin, Majelis Hakim, menyampaikan bahwa 2 (dua) pelaku pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang berinisial F dan M telah selesai disidang dan diputuskan bersalah dengan hukuman sebanyak 10 hari penjara dan denda Rp 2 ribu.

“Keduanya telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dan dijatuhi kurungan 10 hari dan denda Rp 2 ribu,” tuturnya. 

Majelis hakim, berdasarkan keterangan para saksi dan terdakwa, serta melihat barang bukti menilai bahwa F dan M telah terbukti melanggar pasal 174 KUHP dengan membuat gaduh.

Sidang digelar di PN Garut, Jalan Merdeka, Tarogong Kidul, Senin (05/11). Majelis hakim Hasanudin membacakan putusan sekitar pukul 12.50 WIB.

Setelah siding, polisi membawa mereka ke luar ruangan sidang. Sementara itu, pembawa bendera, Uus Sukmana, rencananya akan digelar setelah sidang F dan M selesai.

Disamping itu, Hendro T Subiyantoro, mantan pengurus GPAnsor Jawa Timur, menegaskan bahwa setidaknya apa yang dilakukan oleh Banser di Garut menjadi pelajaran bagi Banser dan GP Ansor agar kedepannya tidak mudah terprovokasi, apalagi di momentum politik.

“Jangan mudah terpovokasi, lalu dimanfaatkan oleh kepentingan politik. Ini pelajaran serius bagi teman-teman Banser dan GP Ansor, supaya tidak menjadi alat politik politik,” tandasnya.

Lanjut Hendoro, dengan adanya pembakaran bendera tauhid tersebut menandakan bahwa umat Islam terpancing dalam hal ini adalah Banser. Untuk itu, kata dia, kecurigaan tetap ada kepada sekolompok orang menggunakan cara-cara komunis untuk memecah belah umat.

“Ditahun politik ini, umat Islam dibakar dengan isu HTI, wahabi dan khilafah. Akhirnya sesama umat Islam saling bertengkar. Pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid, itu bukti, bahwa, kita terpancing,” ujarnya.

“Padahal, bisa jadi inilah cara-cara komunis untuk menghancurkan Indonesia, umat beragama. Mereka ingin melihat kita berantem, karena itu, kita harus ‘melek politik’,” imbuhnya.

Hendro melanjutkan bahwa masyarakat Indonesia harus memilih pemimpin yang benar-benar paham apa yang dibutuhkan masyarakat. Itulah, kata dia, yang dilakukan Prabowo-Sandi selama ini yang tersu mengingatkan kelemahan bangsa Indonesia demia pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.

“Nah, selama ini kegagalan pemerintah tertutup rapat oleh isu-isu HTI, wahabi, khilafah. Hari ini kita baru sadar, bahwa, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi menjadi problem serius bangsa. Itulah sebabnya, mengapa Prabowo-Sandi terus mengingatkan kelemahan kita,” pungkasnya.

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi