Din Syamsuddin Ungkap Kebohongan di Lingkungan Istana

Din Syamsuddin Ungkap Kebohongan di Lingkungan Istana

Din Syamsuddin, Mantan ketua umum PP Muhammadiyah. @iSTIMEWA


SUARANASIONAL.ID - Mantan ketua umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin menyatakan ada aroma kebohongan yang terjadi di sekitar Istana. Din menganggap ada banyak pihak di belakang presiden Jokowi yang mempengaruhi keputusan-keputusan istana yang tidak berpihak kepada rakyat. Terkhusus pada keputusan-keputusan yang merugikan kesatuan Umat Islam Indonesia.

“Saya keluar dari Utusan Khusus Presiden dalam masalah dialog agama, karena saya tahu betul siapa orang-orang di belakang Jokowi, saya tahu betul kebohongan-kebohongan mereka semua. Kalau di tahun 2019 ini umat Islam kalah, saya tidak bisa membayangkan, 2024 nanti Islam masih ada atau tidak,” paparnya.

Pernyataannya tersebut dikemukakan pada sejumlah kiyai dan ustadz dalam sebuah pertemuan alumni-alumni Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo beberapa waktu lalu. Dan sudah beredar di sejumlah postingan-postingan WA. 

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan oleh media suaranasional.id, Din telah mengundurkan diri sebagai utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban pada Selasa (25/9/2018).

“Kalau saya masih menjabat sebagai utusan khusus presiden yang sekarang menjadi calon presiden itu, banyak yang memahaminya upaya saya untuk membangun kebersamaan dari masyarakat majemuk di berbagai organisasi,” tuturnya seusai bertemu dengan Presiden Jokowi.

Ketua Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju itu memaparkan bahwa Presiden memahami pertimbangan dan keputusan atas pengundurannya yaitu soal ketidakberpihakan dan aktif di beberapa organisasi salah satunya Ketua Dewan Pertimbangan MUI yang memiliki anggotanya terdiri atas sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam yang majemuk.

“Saya sampaikan alasan ini semata-mata untuk kebaikan, kemaslahatan terutama penunaian tugas dan kegiatan saya selama ini di luar utusan khusus yang banyak terlibat sebagai pemimpin dari organisasi atau gerakan yang bersifat lintas,” tegasnya.

Menurut dia, upaya membangun kebersamaan dan merawat kemajemukan harus orang yang netral dari tarik-menarik kepentingan politik. Dia telah mengabdi sebagai utusan khusus presiden sejak 23 Oktober 2017.

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi