Di era Jokowi, Indonesia Mengalami Defisit Perdagangan Terburuk Sepanjang Sejarah

Di era Jokowi, Indonesia Mengalami Defisit Perdagangan Terburuk Sepanjang Sejarah

Faisal Basri. @iSTIMEWA


SUARANASIONAL.ID - Faisal Basri, Pakar Ekonomi dan Politik, mengungkapkan bahwa dalam sejarah Indonesia, di 2018 Indonesia dibawah pemerintahan Jokowi mengalami defisit perdagangan terburuk sepanjang sejarah.

Itu disampaikan Faisal melalui akun twitter pribadinya @FaisalBasri (Rabu, 9/01), dan ia mengeluarkan statemen seperti itu berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) Indonesia.

“Sejak merdeka, defisit perdagangan hanya 7 kali. Tahun 2018 defisit perdagangan terburuk sepanjang sejarah,” tuturnya.

Tabel:1

Selain itu, Faisal juga mengkritisi pemerintah lantaran pemerintah masih melakukan impor gula, bahkan Indonesia menjadi mengimpor gula terbesar di dunia. Menurutnya, ini bagian dari praktek rente gila-gilaan yang telah mempengaruhi terjadinya defisit perdagangan.

“Menjelang pemilu, tiba-tiba Indonesia menjadi pengimpor gula terbesar di Dunia. Praktek rente gila-gilaan seperti ini berkontribusi memperburuk defisit perdagangan,” tandasnya.

Tabel: 2

Untuk itu, Faisal mengingatkan pemerintah agar berani dan mampu menindak tegas praktek pemburuan rente dan memecat Menteri Perdagangan.

“Segala upaya telah dilakukan Pemerintah untuk menekan defisit perdagangan, kecuali memerangi praktek pemburuan rente dan memecat Menteri Perdagangan,” pungkasnya.

Prabowo-Sandi Dijemput Kemenangan

SUARANASIONAL.ID - Prabowo-Sandi, pasangan Capres-Cawapres dalam Pilpres ini, terlihat sangat fokus menempatkan...

Jokowi Semakin Mempersempit Pasarnya

SUARANASIONAL.ID – Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI, mengungkapkan prediksinya bahwa pasangan Capres-Cawapres...

Noblesse Oblige

SUARANASIONAL.ID - Saya mendengar Sebuah Pidato berjudul “Noblesse Oblige” tadi sore, Sabtu (23/3), sekitar...

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi