Cinderamata Kampung Budaya Polowoijen Sebagai Potensi Ekonomi Kreatif

Cinderamata Kampung Budaya Polowoijen Sebagai Potensi Ekonomi Kreatif

SUARANASIONAL.ID - Kreativitas dan inovasi menjadi bagian penting dari ekonomi di era globalisasi saat ini. Kampung Budaya Polowijen (KBP) yang dikenal dengan beberapa situs budaya dan kegiatan budaya yang diselenggarakan. Serta telah banyak menerima kunjungan dari berbagai lapisan masyarakat, instansi, turis lokal bahkan mancanegara, dapat membaca peluang potensi ekonomi ini.

Potensi ekonomi dari hasil kreasi budaya menjadi daya tarik tersendiri di era digital seperti sekarang. Inilah yang ditangkap oleh masyarakat di KBP Malang, Jawa Timur. Satu lagi keunikan KBP, bukan hanya berkunjung dan dapat merasakan pengalaman untuk mengenal budaya lebih dekat, namun, KBP berhasil mengembangkan lahan usaha baru bagi masyarakat dengan menyediakan oleh-oleh khas kampung ini yang dijual untuk memenuhi keinginan tamu yang ingin membawa cinderamata khas KBP. Berbagai cinderamata seperti topeng Malangan, batik dan berbagai souvenir, lahir dari hasil kegiatan yang dilakukan di Kampung Budaya Polowijen, dan dipamerkan pada sebuah rumah di Kampung Budaya ini.

Ketika memasuki rumah ini, dari berbagai produk yang dijual, terlihat didominasi oleh topeng-topeng Malangan yang memiliki karakter atau ekspresi yang berbeda-beda. Warna warni topeng juga menjadi daya tarik tersendiri pada saat melihat pajangan topeng Malangan yang ada di etalase dan meja. Jenis bahan yang digunakan untuk pembuatan topeng juga menjadi hal yang menarik dan mempengaruhi harga jual. Untuk topeng Malangan berbahan fiber lebih murah dibanding dengan topeng bahan kayu, dikarenakan dalam prosesnya, topeng dari kayu lebih rumit dan lebih lama untuk dibuat dan hand-made sesuai dengan kemampuan memahat topeng para pengrajin topeng Kampung Budaya Polowijen, sedangkan untuk topeng fiber lebih mudah dan cepat dalam proses pembuatannya karena menggunakan cetakan.

Jika Anda pengoleksi kain batik, kain batik dengan motif khas Kampung Budaya Polowijen menjadi pilihan yang tepat untuk dijadikan kenang-kenangan saat berkunjung kesini. Berbagai warna dan motif batik menghiasi berbagai kain yang dipajang di rumah cenderamata ini. Selain itu, rumah cenderamata ini juga menyediakan souvenir patung Kendedes, untuk mengingat sejarah tentang Kendedes serta menjadi kenang-kenangan ketika Anda mengunjungi situs Kendedes yang berada tepat di belakang Kampung Budaya Polowijen ini. Semua harga cindermata produk ini pastinya terjangkau dan menjadi pilihan tepat untuk mengingat kunjungan para tamu ke Kampung Budaya Polowijen.

Jika tertarik untuk membeli, para pengunjung kampung ini harus dapat mengenali rumah ini dan mungkin akan bertanya pada warga kampung budaya ini karena belum adanya tulisan atau penunjuk jelas bahwa dirumah tersebut dijual berbagai produk cindermata khas Kampung Budaya Polowijen. Namun, jangan khawatir karena pengunjung dapat dengan mudah mencari rumah tersebut dengan ciri-ciri ornamen anyaman bambu pada dinding dan pagar rumahnya, serta ciri khas banyaknya topeng Malangan yang di gantung di depan rumah. 


*Penulis: Rezka Mardhiyana (Mahasiswa Psikologi UMM, Sedang Magang di KBP Malang)



liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi