Bachtiar Aly: Empat Pilar MPR Sebagai Pedoman Rakyat Menghadapi Pilpres 2019

Bachtiar Aly: Empat Pilar MPR Sebagai Pedoman Rakyat Menghadapi Pilpres 2019

Prof. Dr. Bachtiar Aly, MA (tengah), Pimpinan Badan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. @iSTIMEWA


SUARANASIONAL.ID - Pimpinan Badan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Prof. Dr. Bachtiar Aly, MA memberikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada kelompok aktivis perempuan, kelompok pengajian dan majelis taklim binaan lembaga INSED (Indonesian Network for Social Economy Development) se Kota Depok, Jawa Barat.

Acara yang digelar di Aula Pertemuan Warga, Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya, Depok, Rabu (06/02) dihadiri jajaran pengurus dan anggota lembaga INSED dan masyarakat sekitar.

"Saya sangat mengapresiasi keinginan dan permintaan masyarakat untuk memahami Pancasila dan nilai-nilai luhur bangsa yang kita miliki," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bachtiar Aly menegaskan bahwa Empat Pilar MPR (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) harus menjadi pedoman seluruh anak bangsa. Apalagi saat ini memasuki puncaknya tahun politik 2019, sebuah hajatan akbar Pilpres dan Pileg serentak.

"Kontestasi luar biasa tersebut sangat rentan gesekan antar anak bangsa yang pasti berbeda-beda pilihan. Pemahaman yang baik akan Empat Pilar bisa menjadi benteng dan pemersatu seluruh anak bangsa walaupun terlibat dalam kontestasi pemilu," 

Seluruh anak bangsa yang berperan serta dalam pemilu juga harus menjadi pemilih yang pintar. Pilih partai, caleg bahkan capres dan cawapres yang memiliki visi misi mempersatukan rakyat, menyejahterakan rakyat, dan mampu membawa bangsa memiliki daya saing tinggi dalam perekonomian dunia.

Disamping itu Bachtiar Aly menyinggung soal memilih kepala daerah dan wakil rakyat sebagai dengan salah satu tantangan internal yang dihadapi Indonesia. Tantangan internal itu adalah kurangnya keteladanan sikap dan perilaku sebagian tokoh bangsa.

Kurangnya keteladanan itu tercermin dalam perilaku korupsi. Banyak pemimpin bangsa kita yang ditangkap karena korupsi.

Bachtiar Aly menyebutkan Ketua DPR, Ketua DPD, banyak kepala daerah, anggota DPR, anggota DPRD, yang terkena kasus korupsi. "Negara ini rusak karena korupsi," ujarnya.

Karena itu Bachtiar Aly meminta peserta untuk memilih wakil rakyat yang tidak melakukan politik uang atau money politics.

Sebab, politik uang itulah penyebab terjadinya korupsi. Bachtiar Aly menyebutkan ketika calon kepala daerah (gubernur, bupati, walikota) dan calon wakil rakyat melakukan money politics maka ada dua akibatnya.

Pertama, calon yang melakukan money politics ketika kampanye maka jika terpilih dia akan mengembalikan uang yang telah dikeluarkan saat kampanye itu.

Kedua, calon yang melakukan money politics maka dia tidak memiliki integritas.

"Ketika ingin dipilih dia menyogok rakyatnya maka jika terpilih dia akan mudah disogok," tuturnya.

"Dia tidak punya integritas membangun bangsa ini lebih baik. Dia hanya punya ego untuk kepentingan terpilih," imbuh Bachtiar Aly.

Sementara itu, Ketua lembaga INSED, Drs. Surahman, M. AP menambahkan bahwa peran para ibu-ibu, dalam hal memilih pemimpin yang berintegritas sangatlah penting. Sebab, pendidkan awal dan efektif adalah dari rumah. Di sinilah peran ibu kepada anak-anaknya. Jika sang ibu wawasan kebangsaan serta pemahaman akan nilai-nilai luhur bangsa kuat, maka akan tertular kepada anak-anaknya.

"Jadi jangan remehkan peran dan kiprah “Emak-Emak” untuk kemajuan bangsa. Karena itu kolaborasi program dalam bentuk Sosialisasi yang ditujukan kepada ibu-ibu juga dengan maksud memperkaya wawasan kebangsaan dan nilai-nilai luhur bangsa para ibu," tandasnya

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi