20 Mahasiswa Asing Peserta AIESEC Sinau Budaya di Kampung Budaya Polowijen

20 Mahasiswa Asing Peserta AIESEC Sinau Budaya di Kampung Budaya Polowijen

20 Mahasiswa Asing Peserta AIESEC menari bersama penari topeng di Kampung Budaya Polowijen.@Istimewa


SUARANASIONAL.ID - Kampung Budaya Polowijen (KBP), sebuah kampung kecil di kecamatan Blimbing merupakan salah satu destinasi wisata kampung tematik budaya di Bumi Arema. KBP kerapkali menjadi jujugan tak hanya wisatawan lokal dan mancanegara, melainkan juga kalangan kampus yang ingin studi banding terutama seni budaya di KBP. Bahkan, KBP sudah menjadi langganan kegiatan pertukaran mahasiswa Indonesia dan asing. Tercatat pula puluhan mahasiswa lebih dari 35 negara para studi budaya di KBP.

Keunikan KBP inilah yang melatari organisasi pemuda internasional atau Association for the International Exchange of Students in Economics and Commerce (AIESEC) Univeritas Brawijaya Malang bekerjasama dengan KBP untuk melakukan kegiatan seni budaya dalam rangkaian program Enlighten The Future Winter 2018.

Organizing committee AIESEC UB Fadhilah Rahmaniah mengatakan, AIESEC yang merupakan organisasi internasional pemuda terbesar di dunia yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan pemuda dan menjadi ambassador di luar negeri dengan project sosial.

“20 mahasiswa peserta AIESEC rerata dari negara China dan Yaman mengikuti setiap kegiatan budaya yang ada di KBP. Kami disambut oleh para penari topeng KBP. Dan, warga KBP mengenakan pakaian tradisional Jawa,” kata Fadilah di Polowijen pekan lalu.

Koordinator bidang Humas dan Kerjasama KBP Ana Sopanah mengapresiasi AIESEC UB yang membawa mahasiswa asing nguri uri budoyo dalam kegiatan pertukaran budaya antar bangsa (multicultural study).

Menurut Ana, sudah semestinya perguruan tinggi melalui institusinya seperti AIESEC ini memperkenalkan budaya dan kearifan lokal masyarakat Indonesia melalui pertukaran mahasiswa. Ana pun berharap hendaknya ada di setiap perguruan tinggi baik negeri dan swasta mempunyai AIESEC atau melalui Kantor Urusan Internasional Perguruan tinggi dapat mengunjungi ke kampung-kampung tematik dan unik seperti di KBP.

“Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari sisi sosial budaya kemasyarakatan dan itu menjadi bagian dari tanggungjawab para pemuda AIESEC selaku ambassador,” katanya.

Respon para pemuda asing terkait seni budaya di KBP beragam. Misalnya, Grant Wenzhou dari Kean University yang mengaku sudah tiga pekan di Malang berkomentar tempatnya yang indah seperti desa tradisional di kampung halamannya. Dan, ada banyak orang di sini yang ramah dan baik.

“Mereka mengabdikan diri untuk melindungi warisan budaya di sini dan saya senang dengan pemandangan kampung  ini,” katanya.

Sementara, Gaozhan dari United International Collage China bilang, ada banyak budaya Indonesia di kampung ini. Dan, dirinya mengaku belajar tentang tarian tradisional, musik, dan topeng.

“Saya juga melukis topeng sendiri, saya merasa adalah pengalaman yang baik. Aktivitas favorit saya adalah ketika menari dengan pakaian tradisional,” ujarnya.

Kunjungan mahasiswa asing ke KBP barangkali tidak seperti kunjungan di tempat-tempat lainnya. Menurut salah satu pengurus KBP Suryono, para mahasiswa mendapatkan paket komplit, mulai melihat dan menari tarian topeng Malang, belajar tembang mocopat Jawa Malangan bahkan sampai arti dan maknanya, bermain permainan tradisional, bermain musik tradisional, praktek mengecat topeng berikut tokoh dan karakternya, serta diajak membatik bersama.

“Tak kalah menarik kami suguhkan kudapan makanan khas Malang dan jajan tradisional dan kudapan lain. Semua yang khas dan unik di Malang hanya didapatkan di KBP,” tukasnya. ***

liputan6.com, detik.com, yahoo.com, twitter.com, facebook.com, berita terkini, viral, video terbaru, ratna sarumpaet , politik, 2018, pilpres, jokowi maruf, prabowo sandi